GUNTUR AGA TIRTANA/radar jogja
PRESTASI: Mendikbud Muhadjir Effendy melihat keunggulan mobil Formula Hybrid karya siswa SMK Muhammadiyah 1 Imogiri, Bantul kemarin (10/8). Mendikbud sekaligus meresmikan mobil bertenaga surya berkapasitas 1300 cc itu.
BANTUL – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy road show kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di Jawa Tengah dan DIJ kemarin (10/8). Salah satu yang dihampirinya adalah SMK 1 Muhammadiyah Imogiri. Dalam kesempatan itu bekas rektor UM Malang ini menekankan pentingnya meningkatkan kualitas sekolah vokasi di Indonesia.

“Sekolah mendidik siswa yang mendukung produksi,” jelas Muhajir.

Dalam pandangannya, model sekolah vokasi ideal adalah pendidikan yang tak sekadar membekali siswa dengan berbagai pengetahuan dasar. Lebih dari itu, juga mempersiapkan skill siswa dalam bidang kerja. Juga menanamkan semangat dan mental bersaing. Mengingat, persaingan global semakin nyata.

“Ini juga menjadi salah satu pesan presiden,” ucapnya.

Tak hanya itu. Sekolah vokasi juga harus lebih dekat dengan dunia industri. Itu untuk membuka peluang kerja bagi siswa selepas lulus. Karena itu, Mendikbud berharap dengan model seperti ini alumni SMK tidak banyak yang menganggur.

Nah, SMK 1 Muhammdiyah Imogiri dinilai sudah berhasil menerapkan model ideal sekolah vokasi ini. Mobil Formula Hybrid karya siswa SMK 1 Muhammadiyah menjadi bukti sahih. Meskipun mobil warna merah itu tidak dapat diproduksi masal. “Ini prestasi yang luar biasa,” pujinya usai melaunching mobil yang mengkombinasikan tenaga matahari, listrik dan premium ini.

Sebagai bentuk apresiasi, Mendikbud berjanji bakal memberikan bantuan berupa ruang praktik plus peralatannya. Mendikbud juga berencana menjadikan SMK 1 Muhammadiyah sebagai sekolah rujukan. “Sekolah juga harus mengurus akreditasi luar negeri,” pesannya.

Kepala Sekolah SMK 1 Muhammdiyah Imogiri Nur Wahyuntoro memaparkan, pembuatan mobil Formula Hybrid menelan biaya Rp 150 juta. Mobil dengan mesin 1300 cc ini mampu melaju dengan kecepatan 80 km hingga 100 km per jam.

“Ini karya praktik lima siswa jurusan teknik kendaraan ringan,” jelasnya.(zam/yog/ong)