ILUSTRASI/RADAR JOGJA ONLINE
SLEMAN – Pelanggaran kendaraan angkutan muatan masih ditemukan di jalanan. Kerap kali kendaraan yang melintas tidak mempedulikan aturan ambang batas muatan. Guna memberikan efek jera bagi pengemudi, denda maksimal diberlakukan dalam razia yang digelar di Lapangan Denggung, kemarin (10/8).

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) DIJ Muhammad Yazid menjelaskan, untuk memberi efek jera sanksi denda maksimal Rp 1 juta bagi para pelanggar. Selama ini, sanksi denda diterapkan terbilang meringkankan.

Dia menyebut di Jogja saja sanksi tilang hanya Rp 300 ribu, sementara di Sleman antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu saja. “Sanksi sebesar itu masih belum membuat jera pelanggar,” jelas Yazid usai menggelar razia.

Pemberian sanksi denda maksimal bagi pelanggar, bukan tanpa alasan. Selain penegakan hukum dan aspek keselamatan di jalan raya, penerapan denda maksimal bertujuan untuk mengurangi kerusakan infrastruktur jalan.

Apalagi, jelasnya, kendaraan dengan muatan melebihi tonase dapat merusak fasilitas umum dan sarana jalan. “Jalanan rusak akibat kendaraan dengan muatan berlebihan,” jelasnya.

Menurutnya, pengusaha kerap kali tidak memerhatikan aspek keselamatan di jalan raya. Ini terbukti dengan masih banyaknya pelanggaran yang terjaring setiap kali operasi digelar.

Pelanggaran didominasi oleh kendaraan kelebihan muatan atau tonase. Selain itu, banyak juga yang tidak memperpanjang uji kir, kelengkapan surat dan SIM.

Operasi digelar oleh tim gabungan terdiri atas Satpol PP DIJ, Dinas Perhubungan, TNI (Polisi Militer) dan kepolisian. Pada operasi kemarin, tim gabungan memeriksa 74 kendaraan, 16 kendaraan di antaranya ditemui melanggar peraturan.

Dia menyebut, sebanyak tujuh kendaraan tidak laik jalan, dua kendaraan kelebihan muatan, satu kendaraan tanpa trayek, satu truk melanggar dimensi panjang bak, dan lima pelanggaran SIM/STNK. “Kami akan meminta hakim agar penerapan denda maksimal diberikan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk menekan pelanggaran itu Dishub akan terus menginsentifkan operasi serupa di sejumlah lokasi berbeda. Pada April lalu di Denggung, Dishub menemukan 16 pelanggaran, dengan rincian tujuh kendaraan kelebihan muatan, enam kendaraan kir kedaluwarsa dan tiga pelanggaran trayek. (bhn/laz/ama)