AHMAD RIYADI/RADAR JOGJA ONLINE
Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria (paling kanan) saat menyemangati penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Maybank Foundation.
BANTUL – Sebagai lembaga keuangan, PT Bank Maybank Indonesia ternyata tak selamanya fokus pada pelayanan nasabah. Perusahaan perbangkan yang memiliki jaringan di Malaysia dan Singapur ini memunyai kepedulian terhadap penyandang disabilitas di Jogjakarta.

Buktinya, sebanyak 48 penyandang disabilitas mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BPRTD) Pundong, Bantul, Kamis (11/8). Dalam penelitian ini, Bank Maybank melibatkan Maybank Foundation.

“Maybank ingin ikut berpartisipasi meningkatkan pendapatan para penyandang disabilitas yang ada di Jogja. Nantinya, para peserta diharapkan dapat menularkan ilmunya kepada komunitas yang ada disekitar,” kata Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria.

Taswin mengakui, penyandang disabilitas Jogja yang sudah berwira usaha ternyata sudah memiliki pengetahuan yang cukup termasuk manajemen. Hanya, diantara mereka belum banyak mengetahui secara luas bagaimana memasarkan produknya. “Maybank membantu mencarikan solusi supaya pendapatan penyadang disabilitas meningkat. Kami ajari mereka bagaimana proses usaha dari awal hingga akhir yaitu sistem pemasarannya,” jelas Taswin.

Seorang penyandang disabilitas, Endang Sundayani mengaku sudah lima tujuh tahun lebih membuat usaha konvensi dan aneka kerajinan tas. Tak sekadar menjahit, Endang mampu membuat desain sesuai pesanan sampai dengan finising.

“Sistem promosinya kami menyebar brosur dengan menyertakan foto contoh atau model tas,” kata Endang. (ama/dem)