JOGJA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah II (UIP JBT II) siap memasok kebutuhan lisntrik Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo. Karena belum diketahui kebutuhan pasti di bandara, pasokan listrik akan dicukupi dari fasilitas yang ada dulu. Misalnya, dari Gardu Induk (GI) Wates.

“Saat ini belum ada rencana membangun GI baru di dekat bandara. Kebutuhan (listrik) bandara, kan bertahap,” ujar Manager Perencanaan PLN UIP JBT II Isfaizal usai Meet and Greet Daftar Penyedia Terseleksi UIP JBT II di Inna Garuda Hotel kemarin (10/8).

Jika tak memungkinkan, suplai listrik bandara akan diambilkan dari program kelistrikan nasional 35 ribu megawatt (MW).

Program kelistrikan untuk mendukung proyek pemerintah itu berujud 81 paket pembangunan transmisi dan GI yang disebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Program yang menghabiskan anggaran hingga Rp 17 triliun itu untuk menyalurkan daya dari pembangkit yang dibangun di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Juga untuk menignkatkan performa dan kehandalan listrik di Jawa dan Bali. “Untuk mencukupi peningkatan kebutuhan listrik. Termasuk mempersiapkan bandara baru di Kulonprogo,” katanya.

General Manager PLN UIP JBT Amihwanuddin menambahkan, pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk ini bagian dari rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2016-2025. Pembangunan transmisi dan GI ini berbarengan dengan pengerjaan pembangkit. Untuk transmisi dan GI, kesemuanya ditargetkan selesai pada 2019. “Konstruksi dimulai 1 Januari 2017, secara bertahap selesai pada 2017,2018, dan yang terakhir 2019,” jelasnya.

Beberapa transmisi yang akan dibangun, diantaranya, saluran udara tegangan tinggi (SUTT) dengan kekuatan 150 kilo volt (kV) dan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kV. Juga gardu induk tegangan ekstra tinggi (GITET) 500 kV dan GI 150 kV. “Untuk beberapa wilayah yang padat pemukiman maupun jaringannya akan dibuat underground cable,” lanjut Amihwanuddin.

Terkait rencana pelaksanaan proyek tersebut, Amihwanuddin mengaku telah melakukan sosialisasi jalur-jalur yang akan dilewati pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk ini kepada masyarakat. Salah satunya tentang kabel SUTET, yang jika terputus otomatis aliran listriknya putus juga. “Begitu putus aliran listriknya sudah tidak ada,” ucapnya. (pra/yog/ong)