GUNAWAN/RADAR JOGJA ONLINE
Immawan Wahyudi
GUNUNGKIDUL – Catatan sejumlah fraksi DPRD Gunungkidul terkait tidak masuknya penanganan kasus bunuh diri dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), mendapat tanggapan pihak eksekutif. Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, penanganan bunuh diri tidak masuk dalam RPJMD merupakan taktik.

Strategi itu dipilih agar tidak terjebak dalam nomenklatur. “Jadi kita ingin merampingkan program. Meski jumlah program sedikit, akan tetapi maanfaatnya bisa dirasakan,” kata Immawan Wahyudi.

Kalau penanganan kasus bunuh diri masuk ke RPHJMD, lanjut Immawan, nanti justru menambah banyak jumlah program yang telah ada. Dengan demikian program menjadi ramping sehingga lebih efesien. “Money follow function atau kebutuhan dana mengikuti fungsi,” ujarnya.

Menurut dia, tidak masuknya penanganan kasus bunuh diri dalam RPJMD di dalam program, karena mengikuti program yang memungkinkan. Bunuh diri, diablitas, jika muncul dalam program maka akan sulit dijabarkan karena merupakan program yang tidak memiliki kegiatan.

“Oleh karena itu kami sampaikan bahwa nanti penanganan bunuh diri akan masuk dalam program yang mewadahi untuk itu,” terangnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mengundang lintas sektoral untuk menindaklanjuti pembentukan satgas anti-bunuh diri. Minggu ini lintas sekotoral seperti kepolisian, kemenag dan instansi lain yang memiliki kaitan untuk memperhatikan dan menangani persoalan bunuh diri akan ditemukan.

“Program penanganan kasus bunuh diri dibiayai oleh pemkab. Program ini harus disrespons cepat, tidak seperti tahun lalu,” ucapnya.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, kasus bunuh diri tahun ini cukup memprihatinkan. Tercatat hingga Juli tahun ini sudah ada sebanyak 22 orang meninggal dunia akibat bunuh diri.

“Upaya kami adalah memerintahkan kepada Babinkamtibmas melakukan pendataan terhadap warga rentan bunuh diri,” kata Nugrah.

Mengawali gebrakan menekan kasus bunuh diri, kepolisian membuat spanduk berisi ajakan meningkatkan gairah hidup. Apapun masalahnya, setiap orang harus optimistis dan jangan sampai mudah berputus asa. “Semoga upaya demikian mampu menekan angka bunuh diri,” ucapnya. (gun/ama)