JOGJA-Asosiasi Provinsi (Asporov) PSSI kembali menggelar turnamen Liga Nusantara (Linus) yang mulai begulir 10 Agustus lalu hingga 9 Oktober 2016 mendatang. Kompetisi diikuti delapan klub dari kabupaten dan kota di DIJ. Persaingan turnamen antar klub tahunan ini akan tetap ketat, meski tanpa kehadiran tim seperti Sleman United (SU), Protaba dan Satria Adikarta.

“Absennya beberapa klub tidak mengurai persaingan yang ada, tapi justru lebih ketat,” kata Ketua Umum Asprov PSSI DIJ dr. Hadianto Ismangoen.

Dijelaskan, selain para peserta dituntut untuk bermain sportif, pihaknya juga akan lebih serius dalam memberikan peraturan dan sangsi. Salah satunya mengharuskan tim yang menjadi juara berangkat ke tingkat nasional mewakili DIJ. Hingga saat ini bentuk sanksi tersebut belum jelas, untuk tim juara yang tidak berangkat ke tingkat nasional.

“Asprov PSSI DIJ perlu menerapkan hal ini agar kejadian pada penyelenggaran even serupa sebelumnya tidak terjadi. Dimana juara Linus 2014, SU tidak berangkat ke tingkat nasional.

Jadi harus berangkat ke tingkat nasional, sehingga klub bukan hanya melakukan pembinaan pemain tapi juga manajemen klubnya,” tuturnya

Delapan tim yang ikut ambil bagian dalam turnamen Linus 2016 ini yakni, Periskup Kulonprogo, Rajawali FC Gunungkidul serta UNY FC dan UAD FC di Grup A, sedangkan Tunas Jogja, Gelora Handayani dan Persig Gunungkidul serta Gama FC di Grup B. Kick off pembuka, Persikup Kulonprogo akan menjamu Rajawali FC sore ini di Stadion Cangkring, Wates.

Selain Linus 2016, Asprov PSSI DIJ juga menggelar Piala Soeratin U-17 yang akan mulai bergulir pada 15 Agustus mendatang. Piala Soeratin 2016 akan diikuti lima klub, yakni FC UNY, UAD FC, PSIM Jogja, Gelora Handayani dan PSS Sleman.(dya/dem)