JOGJA – Belum juga ditetapkan sebagai calon wali kota, dua pe-tahana yang kini telah talak cerai, Haryadi Suyuti (HS) dan Imam Priyono (IP) sudah bersaing ketat. Kedua figur tersebut sama-sama menginginkan Ketua DPD PAN Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) untuk menjadi pendamping saat Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017.

Tarik-menarik HS dan IP untuk menggandeng HP tersebut tak lepas dari posisi PAN saat ini. Pe-menang kedua di pemilihan legis-latif 2014 tersebut memiliki modal basis massa untuk memenangkan pertarung dalam pilwali
HS saat ditemui tak menampik hal tersebut. Pihaknya tengah menjalin komunikasi intensif dengan partai berlambang ma-tahari terbit tersebut. “Saat ini masih dalam taraf komunikasi,” ujar HS, kemarin (11/8). HS menegaskan, saat ini semua keputusan berada di DPP. Dia hanya sebatas menjalin komu-nikasi.

“Tidak hanya dengan PAN. Semua parpol juga terus inten-sif komunikasinya,” kata HS.

Dari pihak IP juga tak mau kalah. PDI Perjuangan (PDIP) bahkan sudah memanggil HP untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. Bahkan, dari keinginan sebagian pendukung-nya, IP berpasangan dengan HP. “Itu memang jadi keinginan masyarakat. Terlihat dari hasil survei kami beberapa waktu lalu,” kata Ketua Badan Peme-nangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Kota Jogja Foki Ardianto.

Foki mengungkapkan, kepas-tian IP berpasangan dengan HP tinggal menunggu waktu. Pihak-nya sudah menjalin komunika-si intensif dengan DPD PAN Kota Jogja. “Menunggu kepu-tusan dari DPP,” tandasnya.

Di jejaring sosial, tarik-menarik IP dan HS bisa menggandeng HP ini sudah beredar luas. Di Face-book, beberapa akun pendukung IP memasang foto IP-Heru dengan background merah dan garis lingkaran hitam. IP dan HP sama-sama menggunakan kemeja putih. Di bawah, ada tulisan pelayan rakyat Kota Yogyakarta.

Sedangkan di akun pendukung HS berbeda. HS menggunakan blankon dan surjan berwarna biru. Sedangkan HP mengenakan tutup kepala dan baju yang sama dengan motif hijau hitam. Di atas foto ter-sebut bertuliskan HS-HP sudah lengkap dengan tagline Untuk Jogja Berkemajuan. Kemudian ada tulisan lagi Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi Bersama Rakyat Jogja Guyub Rukun Mbangun Kampung.

Disinggung soal kedua hal ter sebut, HP mengaku berterima kasih atas dukungan tersebut. Dia mengaku, menyerahkan sepenuhnya ke DPP PAN.

“Saat ini baru sebatas komu-nikasi yang kami lakukan. Karena, tugas yang bisa dilakukan baru demikian,” jelas pria kelahiran Gunungkidul, 17 Januari 1966 ini.Dia memastikan, sampai saat ini belum ada keputusan apa pun dari kedua belah pihak. Baik dengan HS maupun IP.

“Tidak ada, hanya komunikasi dan dis-kusi membangun Kota Jogja lebih baik,” tandasnya.

Di sisi lain, di Kota Jogja akhirnya tak ada calon dari perseorangan. Itu setelah Arif Nur Cahyo (Yoyok) dan Laretna Adisakti gagal me-menuhi persyaratan minimal dukungan. Mereka tak bisa me-menuhi persyaratan minimal dukungan 26.374 KTP.

Yoyok menjelaskan, pihaknya menutup pengumpulan KTP pada Selasa (9/8). Meski, saat penutupan sebenarnya masih banyak ma-syarakat yang akan menyerahkan dukungan KTP kepada tim mereka.

“Sampai dengan penutupan kami berhasil mengumpulkan 17.845 KTP. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat. Kami tetap mensyukuri apa yang telah didapat rekan-rekan di lapangan,” tandasnya. (eri/tom/ila/ong)