GUNAWAN/RADAR JOGJA ONLINE
INI LHO – Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi (tengah) menunjukkan barang bukti ribuan pil koplo di mapolres setempat, Kamis (11/8)
GUNUNGKIDUL – Kekhawatiran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIJ akan peredaran narkoba di pedesaan terbukti. Bahkan, menimpa usia remaja. Di Kabupaten Gunungkidul, tiga anak baru gede (ABG) digerebek polisi saat asyik pesta sabu dan pil koplo di Padukuhan Tunggul Timur, Semanu, Selasa (9/8).

Mereka lantas digelandang ke Mapolres Gunungkidul untuk diperiksa. Keduanya ditahan untuk keperluan penyidikan.

Kasat Reserse Narkoba Polres Gunungkidul Iptu Kadek Dwi mengatakan, tiga tersangka ditangkap masing-masing IF,19, buruh harian lepas, dan dua remaja lain, RB dan AY. “Dari tangan ketiga pelaku kami menemukan ribuan psikotropika jenis pil koplo,” katanya kemarin (11/8).

Dia menjelaskan, terbongkarnya kasus narkoba berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas para pelaku. Polisi lantas menyelidiki laporan warga dan mendapati ketiga pelaku sedang pesta pil koplo. Saat penggerebekan, polisi juga mendapati 20 butir pil Alprazolam dan 1.905 buti pil berwarna putih yang diduga obat-obatan serupa jenis Trihexspenidil.

“Keterangan dari salah satu pelaku, 20 butir pil Alprazolam dan ribuan pil warna putih tersebut merupakan milik IF. Namun tidak dilengkapi resep dokter,” ungkapnya.

Setelah menjalani pemeriksaan intensif, ketiga pelaku berdalih hanya sebagai pemakai bukan pengedar. Namun , petugas tidak percaya begitu saja dan terus melakukan pengembangan perkara. “Harga satu plastik pil sekitar Rp 35 ribu,” ujarnya. (gun/yog/ama)