SETIYAKI/RADAR JOGJA ONLINE
INI LHO: Anggota Polda DIJ saat memperlihatkan aplikasi Polisikita, Kamis (11/8).
SLEMAN – Pesatnya perkembangan pengguna smartphone di Jogjakarta mendorong Polda DIJ melakukan inovasi. Hasilnya, aplikasi media sosial bernama Polisikita resmi diluncurkan kemarin (11/8). Aplikasi berbasis android ini di-launching Wakapolda DIJ Kombes Pol Abdul Hasyim Gani di Gedung Serbaguna Mapolda setempat.

Aplikasi Polisikita juga telah tersedia di playstore. Bagi yang ingin memanfaatkan aplikasi tersebut harus mendaftarkan diri melalui konten yang tersedia.

Kabid Informasi Teknologi Polda DIJ AKPB Syamsul Arief mengatakan, Polisikita hampir sama dengan aplikasi lapor yang ada di Jakarta. Bedanya, Polisikita lebih spesifik melaporkan kejadian-kejadian yang ada kaitannya dengan ruang lingkup Polri.

Aplikasi tersebut berjalan menggunakan server yang disediakan oleh Polda DIJ. Hal ini guna menjaga keamanan data. Sedangkan sebagai sarana informasi internal digunakan aplikasi media sosial whatsapp (WA). “Kami memeliki grup WA sendiri. Dari grup ini data dikelola dan disebarkan ke setiap markas komando,” jelasnya.

Syamsul memaparkan, laporan kejadian ke kepolisan berbasis lokasi. Pelaporan bisa berupa informasi kejadian melalui foto maupun panggilan darurat. Karenanya, saat seseorang melakukan registrasi, akan terlihat sejumlah lokasi polsek/polres di dalam peta. “Bila ada kejadian genting langsung tekan tombol darurat yang ada di aplikasi. Nantinya, satuan terdekat yang akan bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP),” jelasnya.

Selain peluncuran Polisikita, Polda DIJ juga meluncurkan program call center 0274-886000. Nomor layanan tersebut menjadi sarana pengaduan satu pintu.

“Selama ini masyarakat harus menghafal nomor polsek atau polres. Sekarang tinggal telepon satu nomor, sistem secara otomatis menghubungkan ke masing-masing polsek maupun polres,” papar Syamsul.

Kombes Pol Abdul Hasyim Gani mengimbau masyarakat agar segera mengakses aplikasi tersebut. “Kami butuh akses cepat. Karena bila ada kejadian bisa melaporkan secara cepat,” tuturnya.

Program ini, lanjut Gani, sebagai bentuk moderenisasi layanan yang terus digalakkan Polri. Harapannya, aplikasi tersebut memudahkan kepolisian dalam pemantauan kamtibmas, sekaligus pelayanan cepat kepada masyarakat.

Terlebih, DIJ merupakan salah satu kawasan yang cukup padat pengguna teknologi informasi. Dengan laporan melalui aplikasi Polisikita bisa jadi alat bukti bila ada kejadian. “Seperti tabrak lari, ini kan kadang kejadiannya cepat. Nah, masyarakat bisa dengan segera melaporkannya,” jelas perwira menengah dengan tiga bintan di pundak itu. (bhn/yog/ama)