HARI ini, Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 mencapai puncaknya. Bertempat di GOR UNY mulai pukul 14.00, laga bergengsi tersaji pada pertandingan tim putra antara SMAN 4 Jogja (Patbhe) versus SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa).

Berdasarkan data yang ada, sejak digelar kali pertama pada 2008, Honda DBL D.I.Jogjakarta Series bagian putra diraih tiga sekolah. SMA Kolese De Britto empat kali menjadi champhion. Sedangkan Patbhe dan Bosa masing-masing dua kali champion. Penyelenggaraan kali kesembilan ini menjadi pembuktian, Patbhe atau Bosa yang menjadi tim kali ketiga menjadi champion.

Final Bosa vs Patbhe ini menjadi laga adu strategi. Bosa sering mengandalkan set play. Mengandalkan permainan post play untuk memancing lawan mengerucutkan pertahanan dan memberi ruang untuk para small man-nya bermain lepas tanpa penjagaan di zona perimeter.

Sedangkan Patbhe didominasi pemain small man dengan speed tinggi. Maka Patbhe memanfaatkan fast break sebagai pilihan utama mencetak poin.

“Tetep bermain dengan konsep fast break untuk mencetak angka. Kami tahu bahwa tidak ada pemain big man dominan di Patbhe, maka harus total untuk mau lari, passing, dan menciptakan peluang dari kecepatan,” terang Flavianus Aditya, point guard Patbhe.

Jika Patbhe meledak dengan offense, Bosa bermain cukup baik dari segi defense. Tim asuhan Yusuf Haryono itu cukup andal mempertahankan area defense dengan para pemain big man yang tangguh memperoleh total 103 defensive rebound.

“Bosa pelan tapi menggigit. Kami memang bermain set play. Tapi jangan kaget jika ada pergerakan eksplosif yang mengagetkan,” ujar Ryan Edgar, kapten Bosa.

Menghadapi Patbhe, Felix Fugiarto, shooting guard Bosa mengatakan secara materi tidak jauh berbeda. Kedua tim punya second line dan starting line up merata.

“Materi tim merata. Semua bisa bermain bagus dan memberi kontribusi untuk kemenangan tim. Cuma harus hati-hati untuk enggak kebawa alur permainan Patbhe. Kalau mereka main cepet, ya kita harus main pelan. Intinya tetap bermain sesuai karakter Bosa sendiri,” kata pemain bernomor punggung 13 itu.

Kapten tim Patbhe, Muhammad Athar yang juga Most Valuable Player DBL D.I.Jogjakarta Series serta DBL All Star 2015 mengatakan pertandingan nanti akan menjadi adu kekuatan fisik untuk kedua tim.

“Patbhe akan terus menjalankan running game. Jadi tinggal nanti memanfaatkan celah dari transisi offense ke defense lawan. Kami mau adu stamina juga, siapa yang paling kuat bermain 4×10 menit waktu bersih bakal jadi pemenangnya,” ungkap Athar. (ata/iwa/ong)