LAGA final party Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016 , menjadi pembuktian bagi tim SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) sebagai tim cowok terbaik. Gelar champion yang sudah lama lepas, akhirnya kembali diraih setelah mengalahkan rivalnya SMAN 4 Jogja (Patbhe) dengan skor 73-51.

Ribuan mata penonton menjadi saksi laga bergengsi, Sabtu (13/8) malam di GOR UNY. Atsmosfir penonton menambah suasana dalam lapangan menjadi semakin panas. Sama-sama ngotot merebut gelar untuk yang ketiga kalinya, Bosa main habis-habisan yang akhirnya menjegal Patbhe dan hanya memberinya gelar runner-up di Honda DBL tahun ini.

“Dari awal, tekad anak-anak memang luar biasa, karena tahun lalu mereka absen dan setelah kembali mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini,” ujar Coach Bosa Yusuf H.

Strategi memaksimalkan big man-nya, Hriscahyo Yoel Agviandi berjalan mulus. Didukung drive in pemain lainnya yang membuat center bernomor punggung 12 itu leluasa membuat poin dengan lay up cantiknya. Sorakan penonton pun menambah performa Bosa naik.

Diserang bertubi-tubi, Patbhe yang tidak memiliki big man kehilangan konsentrasi defense. Mereka harus mati-matian rebound dan bergerak cepat untuk bisa membuat poin.

Selisih tipis di awal kuarter, 16-15, permainan Patbhe belum bisa mengimbangi Felix Fugiarto dkk. Di kuarter selanjutnya, Bosa terus membuat jarak poin aman.

“Anak-anak bisa keluar dari tekanan di kuarter pertama, dan selanjutnya mereka bisa enjoy, setelahnya permainan mereka luar biasa,” ujarnya.

Diakui Coach Yusuf, defense anak asuhnya tadi malam sangat luar biasa. Sehingga Gland Josafat Relius dkk banyak kehilangan peluang untuk menambah poin.

Sementara itu, Coach Patbhe Johan P tetap memberikan apresiasi pada kerja keras anak-anak asuhnya hingga bisa kembali tampil di partai puncak. “Tim kami memang tidak punya big man, dan mainnya kurang ulet,” ujarnya.

Faktor kelelahan yang harus melakukan transisi sendiri, mulai dari rebound, drive in hingga poin membuat serangan timnya sedikit melempem. Permainan cepat yang jadi strateginya tidak bisa optimal. (dya/iwa/ong)