Zakki Mubarok/radarjogja.co
MEWAH- Maket gedung baru DPRD Bantul dipajang di stan DPU pada Bantul Ekspo 2016
BANTUL – Para wakil rakyat Bantul bakal punya gedung baru. Sesuai rencana, pembangunan gedung parlemen anyar akan direalisasikan pada 2017. Melihat maket yang dipajang di stan pameran Bantul Ekspo 2016, gedung baru tersebut tak kalah dengan hotel berbintang.

Bagaimana tidak, untuk keperluan itu Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyiapkan anggaran yang tak sedikit. Diperkirakan mencapai Rp 30 miliar. Konsepnya berupa bangunan tiga lantai. Dengan dua gedung sayap di kanan dan kiri bangunan utama.

Kepala DPU Bantul Heru Suhadi mengakui hal itu. Menurutnya, pos anggaran pembangunan gedung baru DPRD dialokasikan pada APBD 2017. “Besok (pembahasan APBD murni 2017) mau kami coba,” jelasnya kemarin (14/8).

Heru mengatakan, mega proyek tersebut telah mencapai tahap penyusunan detail enginering desain (DED). Karena itu DPU berani memajang maketnya. Bahkan, bagi Heru, maket tersebut menjadi salah satu produk unggulan DPU yang dipajang di Bantul Ekspo. “Memang ada banyak penambahan ruangan,” ungkap Heru.

Penambahan ruangan demi mengakomodasi jumlah fraksi di DPRD Bantul. Tak tertutup kemungkinan setiap anggota DPRD bakal mendapatkan jatah satu ruangan. “Tapi itu tergantung (realisasinya) nanti,” tambahnya.

Kendati masuk kategori proyek besar, Heru memastikan proyek tersebut selesai dalam setahun. Untuk menyiasati besarnya biaya, anggaran pembangunannya dipisah dua tahap. Menggunakan APBD murni dan APBD perubahan. “Soale akeh biayane,” lanjut Heru.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bantul Eko Sutrisno Aji membenarkan adanya rencana pembangunan gedung baru DPRD Bantul.

“Tapi, kan, masih bersifat rencana,” dalihnya.

Eko mengaku belum mengetahui rencana detail kepastiannya. Kendati demikian, politikus PPP itu mengingatkan pemerintah daerah agar melihat kondisi kemampuan keuangan daerah. Sebagai acuan realisasi pembangunan gedung baru DPRD.

Koordinator Masyarakat Transparansi Bantul Irwan Suryono menilai, gedung DPRD masih sangat layak. Sehingga pemkab tak perlu membangun gedung baru.

Lagipula, kinerja parlemen Bantul saat ini juga masih melempem. Belum ada gebrakan terkait kinerja dewan.

“Malah dewan kerap diterpa berbagai isu miring seperti makelar jabatan dan proyek,” sindirnya.

Irwan menyarankan pemkab berhemat. Sebab, kondisi keuangan daerah belum stabil. Bahkan, pernah defisit. Irwan mengimbau rencana alokasi pembangunan gedung baru DPRD dialihkan untuk program sosial yang lebih menyentuh masyarakat. Misalnya, meningkatkan anggaran pendidikan. Agar tidak ada lagi praktik pungutan terhadap wali murid. (zam/yog/ong)