GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
SIMBOL PELESTARIAN SUNGAI: Warga memercikan mata air dalam Kirab Budaya Merti Code saat melintas di Jembatan Sarjito lama yang membentang di atas Kali Code, Jogjakarta, Minggu (14/8). Merti Code yang diikuti ratusan warga tersebut menjadi simbol semangat dalam menjaga kelestarian sungai.
JOGJA – Upacara kirab budaya tahunan Merti Code kembali digelar kemarin sore (14/8). Tradisi yang sudah digelar tiap tahun tersebut memberikan pesan penting, yaitu menjaga air tetap lestari agar tak menjadi sumber malapetaka.

Kirab yang mulai di SMP Taman Dewasa, Jetis ini diikuti ribuan warga sekitar Kali Code. Mereka berjalan kaki menuju Kali Code dengan melewati Jalan Prof Dr Sardjito, Jalan C. Simanjuntak, Jalan Sudirman, dan berakhir di Jalan AM Sangaji. Selama kirab juga dilakukan pengambilan air yang dimasukkan ke dalam enceh.

Air enceh itu diambil dari tujuh mata air di sekitar Kali Code. Sumber air itu diambil dari belik di Boyong, Pogung, Blunyah, Petinggen, Jetisharjo, Terban, dan Cokrokusuman. Kemudian enceh tersebut ikut dikirab keliling kampung bersama pusaka Kyai Ranumurti yang merupakan paringan dalem Sultan Hamengku Bawono Ka 10. Selama kirab, ada iring-iringan bregada-bregada kampung dan kelompok-kelompok seni kampung Code. Air enceh itu kemudian dibagikan kepada masyarakat pada akhir acara.

Tokoh Pamerti Code Totok Pratopo menjelaskan, merti code adalah kegiatan kebudayaan yang dimaksudkan membangun kesadaran masyarakat dalam pelestarian lingkungan Kali Code. “Keberadaan Kali Code sebenarnya masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat di sekitar bantaran,” kata peraih Kalpataru 2015 lalu ini.

Totok yang baru saja mendapatkan penghargaan berkat sekolah sungai dari Badan Nasional Penggulangan Bencana ini menegaskan, sebagian penduduk di pinggiran Kali Code masih mengandalkan sumber air bersih dari sungai. “Belik dan pancuran masih dimanfaatkan warga untuk mendukung kehidupan sehari-hari, konsumsi, cuci mandi dan kakus,” ujarnya.

Dari tradisi tahunan ini, dia mengajak agar seluruh warga di sepanjang bantaran Kali Code bisa serius melakukan usaha-usaha konservasi sungai. Penghijauan kembali di bantaran Kali Code, termasuk pengelolaan sampah di kampung-kampung yang berada di pinggir sungai. “Pengelolaan limbah cair dari rumah tangga dan menabur benih ikan merupakan aksi nyata konservasi Kali Code yang bisa dilakukan warga,” katanya. (eri/ila/ong)