VITA WAHYU HARYANTI/RADARJOGJA.co.id
MERDU: Pipit dan Simel melantunkan tembang-tembang Jawa. Keduanya menghibur pasien di ruang tunggu RS Jogja.

Alunan Siter Menenangkan Hati dan Telinga

Sudah lama masuk ke lingkup kesenian Jawa, membuat Pipit Fitriyani, 23, dan Simel, 24, betah menjalani pekerjaannya sebagai sinden dan pemain siter. Lantunan lagu-lagu Jawa yang mereka bawakan pun begitu merdu.

VITA WAHYU HARYANTI, Jogja
SUASANA di Rumah Sakit Jogja Wirosaban pagi itu penuh dengan pasien yang menunggu panggilan nomor antrean mereka. Biasanya, orang yang menunggu terkesan bosan. Namun tidak demikian yang terlihat Jumat pekan lalu. Mereka terlihat menikmati alunan musik Jawa yang mengalun merdu.

Ya, tepat di belakang kursi ruang tunggu terdapat panggung kecil. Di panggung itulah, Pipit dan Simel melantunkan siteran. Siteran merupakan jenis musik Jawa yang dibawakan oleh sinden bersama pemain siter.

“Siter adalah alat musik petik dalam gamelan Jawa berbentuk kotak dan memiliki rongga trapesium sebagai penggema suara. Keistimewaan alat siter ini dapat mengolah lagu dengan cepat dari berbagai variasi lagu,” ujar Simel memulai obrolan.

Menurutnya, sudah tiga bulan ini pihak rumah sakit merekrut mereka untuk menghibur pasien agar tidak bosan saat di ruang tunggu. Sebelum ada Pipit dan Simel, pengelola rumah sakit hanya memutar lagu lewat saluran audio saja. “Terasa lebih mantap jika ada siterannya langsung,” ujar Simel.

Biasanya Pipit dan Simel menghibur pasien mulai dari pukul 08.00 sampai 12.00. Dalam sekali mereka mendapat Rp 75.000 per orang dari pengelola rumah sakit. “Kami tampil di sini dari Senin sampai Jumat,” timpal Pipit.

Pipit menuturkan, keduanya sudah berteman sejak lama dan sama-sama dibesarkan dari dunia seni musik Jawa. Mereka adalah siswa dan siswi lulusan SMKI Jogjakarta. Di sekolah itu pula mereka belajar lebih dalam mengenai musik Jawa.

“Kami sama-sama belajar di sana, saya belajar nyinden, Simel belajar main alat musik siter,” cerita gadis asal Magelang ini.

Keduanya mengaku jatuh cinta dengan musik Jawa. Menurut mereka, musiknya menenangkan hati dan telinga. Itu pula yang menjadi alasan Pipit dan Simel memilih menekuni siteran ini.

Mereka juga sering meneriwa tawaran mengisi acara-acara hajatan dan pentas wayangan. Tak heran jika pihak rumah sakit memilih Pipit dan Simel yang apik membawakan musik jawa tersebut.

“Sejak sekolah juga sudah menerima tawaran pentas, hasilnya digunakan untuk membantu orang tua membayar biaya sekolah. Senang dari dulu bisa cari uang sendiri, bisa bayar sekolah sendiri,” kenang Pipit.

Saat ini Pipit tinggal di rumah kontrakan di perumahan Kasongan Permai, sedangkan Simel tinggal di daerah Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Dari pukul 07.00 mereka sudah berangkat dari kediaman mereka menuju Rumah Sakit Jogja di jalan Wirosaban Barat No 1, Sorosutan, Umbulharjo, Jogja.

Ditanya soal suka-dukanya selama menghibur pasien, Pipit bercerita lebih banyak mengalami sukanya. Dia merasa senang saat banyak pasien yang ikut menyanyi bersamanya di kursi pasien. Hal itu membuktikan mereka sangat menikmati siteran tersebut. Dukanya Pipit dan Simel harus duduk bersimpuh selama berjam-jam. “Waktu istirahat setengah jam selama empat jam manggung,” jelas Pipit.

Menurut Sumard, 66, salah seorang pasien yang sedang menunggu nomor antrean mengaku siteran di Rumah Sakit Jogja ini sangat menghibur. “Musiknya menenangkan hati jadi tidak bosan saat nunggu di sini,” ungkapnya. (ila/ong)