Farisma Romawan/Radar Mojokerto
MENANG TELAK: Pemain PSS Sleman Dirga Lasut (15) berusaha merebut bola yang dikuasai tim lawan PS Mojokerto Putra dalam pertandingan di Stadion Gajah Mada Mojokerto kemarin (14/8).
MOJOKERTO – Empat gol tanpa balas dilesakkan punggawa Super Laskar Elang Jawa ke gawang PS Mojokerto Putra (PSMP) dalam pertandingan di Stadion Gajah Mada, Mojokerto kemarin (14/8). Kemenangan besar itu makin memperkokoh posisi PSS Sleman di puncak klasemen grup 5 ISC-B.

Alih-alih bergeser dari posisi juru kunci, dalam pertandingan sarat gengsi itu tim tuan rumah justru dihajar habis oleh tamunya. Betapa tidak, berharap mampu membalas kekalahan 0-1 di putaran pertama lalu, The Lasmojo, julukan tim PSMP, malah makin tersungkur.

Laga kali ini sekaligus menahbiskan MP sebagai tim yang menelan kekalahan terbanyak dari 6 tim di grup 5. Hawa stadion Gajah Mada kini tak lagi angker bagi tim tamu yang datang.

Leluasanya anak Asuh Seto Nurdianto memainkan sepak bola efektif sudah terlihat sejak babak pertama dimulai. Serangan cepat langsung diperagakan Busari dkk lewat sayap kirinya. Terbukti, pada menit ke-25, umpan crossing dari sisi kanan MP itu tak bisa ditangkap Achmad Rizki, kiper ketiga PSMP.

Akibatnya, bola liar mampu diambil alih Dicky Prayoga Fahmi yang tepat berada di depan gawang MP. Bola pun menerobos gawang PSMP, dan mengubah kedudukan menjadi 0-1 untuk tim tamu.

Tak butuh waktu banyak, Laskar Elang Jawa yang didukung hampir 5 ribu suporter fanatik yang datang jauh-jauh dari Sleman menambah pundi-pundi gol.

Enam menit berselang, PSS Sleman kembali menambahkan koleksi gol setelah salah seorang pemain lawan yang mencoba membuang bola tapi meluncur deras ke gawang sendiri, dan gagal diantisipasi kiper.

Kedudukan 0-2 untuk tim tamu tak berubah hingga tambahan waktu satu menit babak pertama diberikan wasit Yasin asal Mataram Di babak kedua, PSMP yang berusaha keluar dari kurungan PSS Sleman mencoba membalas. Namun sayang, sejumlah peluang gagal dimanfaatkan tuan rumah dalam menjebol gawang tim tamu. Salah satunya, ketika goalgetter MP, Saddam Husain yang mencoba menusuk dari sayap kiri Sleman. Akan tetapi, sepakan lemahnya dengan mudah ditangkap penjaga gawang Agung Prasetya.

Kondisi sebaliknya justru dilakoni tim tamu pada Menit ke-51, yang kembali menambah gol dari sisi kanan PSMP. Lagi-lagi, Dicky Prayoga Fahmmi mampu meluncurkan bola tepat ke tiang kanan gawang MP dan tak mampu dijangkau Achmad Rizki. Sejak skor 0-3 itu, kendali permainan seolah menjadi milik tim tamu yang terus-terusan menggempur pertahanan PSMP. Berkali-kali Achmad Rizki harus terpontang-panting menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Hingga gol keempat akhirnya tercipta dari sudut kanan kotak pinalti MP. Dave Mustain yang tak terjaga dengan tenang menyambut bola sodoran Riski Novriansyah. Skor 0-4 itu pun seutuhnya menjadi milik PSS Sleman. Meski Rendy Setiawan mencoba membuka peluang di menit-menit akhir babak kedua, tapi tak satupun gol mampu dilesakkan ke gawang Agung Prasetya.

Pun dengan sepakan Ferry Winarko yang lolos dari kawalan bek kiri Sleman, hanya menyamping di kiri gawang PSS Sleman. Satu menit tambahan waktu yang diberikan wasit Yasin tak mampu merubah kemenangan PSS Sleman di misi lolos ke babak 16 besar ISC B 2016.

Kemenangan kali ini menjadi modal besar PSS Sleman untuk menapakkan langkahnya di babak 16 besar. Pernyataan ini ditegaskan Seto Nurdianto, sejak awal keberangkatan mereka ke Mojokerto. Nilai 3 poin yang didapat cukup mengamankan posisi mereka sebagai pemuncak tertinggi klasemen grup 5 dengan 18 poin. “Memang sudah kami niatkan sejak awal tidak hanya 1 poin. Tapi harus bisa mencuri 3 poin. Ini cukup untuk kami bisa masuk di 16 besar,” tambahnya.

Kendati demikian, Seto mengapresiasi daya juang The Lasmojo yang bermain cukup agresif. Reformasi skuad dengan menurunkan pemain muda, diakui Seto, menjadi risiko besar. Hal ini yang harus disadari tim pelatih untuk lebih mengombinasikan pemain senior dan junior.

Menannggapi laga kemarin, Redi Suprianto, pelatih kepala PSMP, mengucapkan selamat kepada tim tamu yang mampu menang besar atas timnya. Kekalahan ini memang sudah dia rasakan sejak awal babak pertama. Di mana tim tamu turun dengan pemain berkualitas, seperti Denny Rumba dan Dirga Lasut. Kondisi terbalik justru dia tampilkan ketika menurunkan pemain-pemain mudanya usia 17 dan 18 tahun. Terutama di lini belakang yang sering keteteran saat pemain PSS Sleman menusuk dari kedua sayap.

“Padahal, sudah kami instruksikan agar pressure sejak awal. Tapi, lini tengah kami banyak yang tidak support, sehingga bek tidak mampu mengawal pertahanan. Itu yang terjadi di semua gol,” paparnya.(far/ris/yog/ong)