JOGJA – Luar Biasa. SMA Stella Duce 1 (Stece) membuktikan diri menjadi tim cewek terbaik di Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2016. Gelar champion di final party, tadi malam, menggenapi gelar serupa yang diraih sekaligus menjadikannya sebagai tim cewek dengan koleksi gelar juara terbanyak, yakni empat kali selama Honda DBL D.I.Jogjakarta Series digelar sejak 2008.

Gelar champion Stece mematahkan keinginan Patbhe untuk menjadi peraih champion terbanyak. Sebab, Patbhe juga sama-sama menciptakan hattrick champion sepanjang Hondal DBL D.I. Jogjakarta Series.

Tidak ada kata cadangan, membuat Stece bermain dengan tim yang solid. Skill individu yang dimiliki hampir merata oleh semua pemain, membuat Stece tampil percaya diri dan beringas saat menghadapi juara bertahan SMAN 4 Jogja (Patbhe). Permainan cepat ala Stece membungkam Patbhe dengan skor 66-29.

Permainan cepat dengan defense yang sangat rapat, membuat Patbhe kehilangan konsentrasi. Terobosan beberapa kali Jaydra Ayesha Firma dkk beberapa kali dapat diblok.

Coach Stece Agus Arjatmoko mengakui perjuangan tim asuhannya sangat luar biasa dan patut diacungi dua jempol. “Persiapan mereka sangat panjang, yang seharusnya libur, mereka korbankan untuk latihan, luar biasa sekali semangat anak-anak,” puji Agus usai pertandingan partai final kemarin.

Meski diakui, di awal pertandingan Maria Leony dkk sempat mengalami “demam panggung”. Namun hanya beberapa menit, mereka sudah bisa menguasai jalannya pertandingan. Kontrol bola yang sangat bagus, membuat Stece mampu mendobrak pertahanan Patbhe. Hilangnya konsentrasi defense Patbhe, dimanfaatkan Stece dengan baik untuk mengantongi poin.

Bagi Coach Agus, semua pemainnya kali ini adalah bintang. Itu yang membuat kekuatan tim terbentuk. Ditambah lagi dukungan suporter We Are Stece yang luar biasa.

“Mereka main bukan untuk diri sendiri, tapi untuk tim, untuk Stece. Suporter bagian dari tim, ketika anak-anak kehilangan konsentrasi, suporter yang menyemangati,” ujar Agus.

Sementara itu, Coach Patbhe Aryo R mengatakan, defense timnya saat bermain di final party di luar kebiasaan. Momennya di kuarter pertama, defense yang lemah membuat lawan mudah membuat poin.

“Materi pemain juga tidak merata. Tapi dengan materi yang seperti ini sudah sampai final sangat luar biasa bagi kami,” ujar Aryo. (dya/iwa/ong)