JOGJA – Mengenalkan alat utama sistem persen-jataan (Alutsista) TNI, Komando Resor Militer ( Korem) 072/Pamungkas mengeluarkan koleksinya. Termasuk beberapa kendaraan panser. Salah satunya panser Panhard yang dinaiki Gubernur DIJ
Halaman Bangsal Kepatihan yang biasanya pada sore hari sepi, kemarin (15/8) terlihat lebih ramai.

Para PNS rela menunda waktu pulangnya. Sebab, ada lima panser milik Korem 072/Pamungkas yang masuk ke halaman Bangsal Kepatihan.Lima panser yang terdiri dari dua Panhard dan tiga Anoa merupakan bagian dari event Independence Day Military Expo 2016 untuk menyambut HUT RI ke-71.

Satu Panhard tersebut juga yang membawa Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X dan Komandan Korem 072/Pamungkas Kolonel Infanteri Fajar Setiawan dari Kepatihan ke Jogja City Mall (JCM).

Bagi HB X sendiri, naik panser TNI merupakan yang ketiga kalinya, setelah naik Anoa pada 2014 dan HUT TNI pada 2015 lalu di Kulonprogo. Pengalaman tersebut sepertinya membekas dan berkesan bagi HB X.

“Ini yang menghendaki Pak Guber-nur, ingin jalan dengan ken-daraan tentara, ya dengan senang hati,” ujar Komandan Korem 072/Pamungkas Kolonel Infan-teri Fajar Setiawan.Fajar
mengatakan, Indepen-dence Day Military Expo 2016 sengaja digelar untuk memper-lihatkan alutsista yang dimiliki TNI.

“Monggo masyarakat mer-sani,” ujar pria asal Sleman itu.

Terkait dengan lokasi pameran yang berada di mal, Fajar me-ngatakan, hal itu sebagai upaya mendekatkan dengan masyara-kat. Tempatnya juga relatif lebih nyaman bagi pengunjung. Me-nurut Fajar, sebelum meminta rakyat mencintai TNI, seharusnya TNI dulu yang mencintai rakyat. “Sehingga tanpa diminta rakyat juga akan cinta TNI,” paparnya.

Sementara itu, bagi HB X, pengalaman ketiga kalinya naik panser membuatnya memiliki persiapan.

“Yo podolah, bedanya sore ini pegangan besi ora abuh,” ujar HB X sesaat akan me masuki Panhard.

Panhard sendiri dipilih karena dianggap lebih nyaman dinaiki oleh HB X. Untuk fungsinya, Panhard dipergunakan dalam pengintaian saat keadaan tem-pur. Tapi, jika dalam Protokol, panser buatan Perancis 1996 itu digunakan untuk pengamanan VVIP. (pra/ila/ong)