KULONPROGO – Anak-anak jalanan (anjal) yang berkeliaran di Terminal Wates ditertibkan, kemarin. Satpol PP Kulonprogo membawa mereka ke Dinas Sosial untuk dibina.

Operasi tersebut menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah. ‘’Mereka mengamen atau nongkrong di terminal. Lima kami amankan, enam melarikan diri,” kata Kepala Satpol PP Kulonprogo, Duana Heru Supriyanto.

Dua dari lima anak tersebut merupakan warga Pengasih dan Sentolo. Keduanya diminta menghubungi keluarga agar menjemput di Kantor Satpol PP.

Tiga lainnya mengaku dari Temanggung, Magelang, dan Kebumen. Ketiganya dibawa ke Camp Assessment Dinas Sosial DIJ di Bantul.

“Kebanyakan anjal memiliki permasalahan sosial atau keluarga tidak harmonis. Mereka cenderung tidak suka tinggal di rumah. Memilih berkumpul dan menggelandang dengan teman-teman, usia mereka 16 hingga 24 tahun,” kata Duana.

Razia dilakukan sesuai Perda 4/2013 tentang ketertiban umum. Petugas juga meminta mereka mengisi surat pernyataan tak menggelandang lagi.

“Jika mereka terjaring kembali di lain waktu maka akan dimbil tindakan tegas dengan tindakan yustisi. Ancamannya tiga bulan penjara atau denda maksimal Rp 5 juta,” kata Duana.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo, Abdul Kahar menambahkan, pemkab belum punya panti sosial untuk menampung pengemis, gelandangan, atau orang terlantar. Selama ini bekerja sama dengan Dinsos DIJ.

Salah seorang anak yang terjaring razia, Fitri, 18, warga Sentolo mengaku tidak pernah mengamen di persimpangan Terminal Wates. Ia di kompleks terminal karena mau menemui teman-temannya yang dikenal saat menonton konser bersama di Jogja beberapa hari lalu.

“Tadi saya abis beli bensin dan sebenarnya mau ke RSUD Wates buat jenguk ibu yang lagi sakit,” katanya. (tom/iwa/ong)