JOGJA – Hari ini merupakan momen penting bagi negara ini. Tepat 71 tahun lalu, negara ini menyatakan kemerdekaannya. Merayakan semangat kemerdekaan, kemarin (16/8) anak-anak dari Sanggar Biola Quinta memainkan alat musiknya mengiringi lagu-lagu perjuangan di kawasan Titik Nol Kilometer.

Dengan memakai kostum layaknya Paskibraka, sebanyak 50 anak yang masih duduk di jenjang sekolah dasar itu membawakan 20 lagu perjuangan, antara lain, Padamu Negeri, 17 Agustus, Indonesia Pusaka, Tanah Airku, dan Indonesia Raya. Pertunjukan tersebut diadakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-70 dan mengajak masyarakat terutama anak-anak mengenang jasa para pahlawan serta menumbuhkan rasa nasionalisme.

Sedangkan di Gunungkidul Kodim 0730 melaksanakan kegiatan Karya Bhakti di taman makam pahlawan. Kegiatan ziarah kubur ke makam senior tersebut berlangsung di Taman Makam Pahlawan Bhakti Pertiwi Padukuhan Jeruksari, Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari kemarin (16/8).

Dipimpin langsung Dandim 0730 Gunungkidul Letkol Inf Priyanto, puluhan personel dan PNS di lingkup kodim mendatangi peristirahatan terakhir pejuang bangsa. “Nilai pengabdian kami lebih sedikit dibandingkan dengan para pahlawan yang telah gugur merebut kemerdekaan. Semoga para pahlawan mendapat tempat di sisi Tuhan yang maha kuasa,” kata Priyanto.

Dijelasan Priyanto, kegiatan ziarah kubur kali ini diikuti sekitar 40 anggota TNI dan PNS di lingkungan Kodim. Agendanya, melaksanakan pembersihan dan penataan taman yang ada di TMP Bhakti Pertiwi tersebut. “Kegiatan ini dalam rangka menyongsong perayaan HUT RI ke- 71 yang jatuh pada esok hari,” ujarnya.

Selain itu, acara bersih-bersih makam pahlawan, kegiatan ini juga mengandung makna penting bahwa menghargai dan menghormati jasa-jasa para pahlawan bangsa itu wajib.

“Pejuang telah rela menggorbankan segala jiwa raga dan harta untuk memerdekaan bangsa dari cengkraman penjajah,” tegasnya.

Sementara itu, menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, Balai Pengembangan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta mengeluarkan imbauan kepada para pendaki. Isi imbauan yaitu warga yang melakukan pendakian diminta tidak sampai ke kawasan Puncak Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Jogjakarta I Gusti Made Agung Nandaka mengatakan, bagi pendaki dan warga yang ingin merayakan 17 Agustus di Gunung Merapi direkomendasikan hanya berada di kawasan Pasar Bubrah atau 2.700 mdpl. Kawasan terbuka itu berjarak satu kilometer lebih rendah dari puncak merapi.

Hal tersebut dilakukan mengingat kondisi morfologi puncak Merapi yang tidak aman untuk beraktivitas dan ancaman bahaya letusan preatik yang masih mungkin terjadi.

“Bagi yang akan melaksanakan upacara hari kemerdekaan sebaiknya di Pasar Bubrah. Di situ terdapat lokasi luas untuk upacara peringatan 17 Agustus,” katanya kepada wartawan, kemarin (16/8).

Pihaknya menjelaskan, sampai saat ini data pemantauan baik instrumental maupun visual, aktivitas gunung yang berada di perbatasan Jogjakarta dan Jawa Tengah itu saat ini dalam tingkat normal.

“Tidak ada indikasi akan adanya peningkatan aktivitas yang dapat mengancam keselamatan aktivitas manusia di luar radius dua kilometer dari puncak,” ungkapnya.

Kepada para pendaki, dia juga mengimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sekitar stasiun pemantauan yang ada di beberapa titik. Pendaki harus dalam radius 30 meter agar tidak mengganggu kerja sensor pemantauan dalam mendeteksi aktivitas Gunung Merapi. “Kami berharap para pendaki juga tidak melakukan vandalisme, perusakan, dan gangguan apapun pada stasiun pemantauan,” tandasnya. (aga/ riz/gun/ila/ong)