BANTUL – Andai tidak ada kendala, upacara peringatan HUT ke-71 RI di halaman kantor DPC PDIP kemarin (17/8) pasti berlangsung menarik. Untuk kali pertama, upacara seharusnya diikuti dua kader partai yang selama ini kerap berbenturan. PDIP kedatangan tamu dari PPP.

Sayangnya, rencana upacara merah-hijau dalam satu panggung gagal. Itu lantaran pengurus PPP terlambat datang ke lokasi upacara. “Upacaranya jam 11.30. Tetapi, mereka baru datang sekitar pukul 12.30,” jelas Ketua DPC PDIP Bantul Aryunadi di kantornya.

Kendati demikian, hal itu tak menjadi persoalan. Yang pasti, kader partai berlambang Kakbah tetap hadir memenuhi janji. Kekompakan dua partai ini bukan tanpa alasan. Aryun, sapaannya, mengatakan, sekitar tiga hari lalu jajaran pengurus DPC PPP menjalin komunikasi dengan DPC PDIP. Jalinan komunikasi ini salah satunya untuk menindaklanjuti penyelesaian insiden pelemparan kantor DPC PDIP yang melibatkan empat simpatisan PPP beberapa waktu lalu.

Bertepatan dengan peringatan HUT RI, DPC PDIP kemudian menawarkan upacara bersama. DPC PPP pun menyanggupinya.
”Mungkin (PPP terlambat) karena harus konsolidasi internal dulu,” ucapnya.

Terkait insiden pelemparan, Aryun memuji sikap jajaran pengurus DPC PPP. Dengan blak-blakan, DPC PPP menyampaikan permintaan maaf atas perilaku tiga simpatisannya. Tak hanya kepada DPC PDIP, permintaan maaf ini juga ditujukan kepada masyarakat Bantul.
”Sebagai pimpinan mereka bertanggung jawab penuh,” pujinya.

Mewakili DPC PDIP, Aryun menegaskan bahwa partainya mengapresiasi sikap yang ditunjukkan DPC PPP. Juga, sikap empat simpatisan PPP. Secara terbuka keempat simpatisan ini juga telah menyampaikan permintaan maaf sekaligus penyesalannya. Kendati begitu, Aryun enggan memberikan komentar terkait apakah proses hukum atas insiden pelemparan ini juga ikut selesai. Bersamaan dengan selesainya persoalan ini dari sisi keluargaan. “Kalau soal hukum saya no comment saja lah,” kelitnya.

Kendati enggan berkomentar, Aryun menaruh perhatian dengan nasib empat simpatisan PPP. Sepengetahuannya, satu dari keemppat simpatisan ini bakal masuk ke perguruan tinggi. Apalagi, orangtua dua dari mereka merupakan orang yang sering bersinggungan dengan PDIP. “Yang satu, ayahnya merupakan kader PDIP. Yang satunya lagi, sering membawakan doa dalam berbagai acara PDIP,” ucapnya.

Senada disampaikan Sekretaris DPC PPP Bantul Eko Sutrisno Aji. Dia menegaskan agenda pertemuan sebatas silaturahmi. Itu sekaligus untuk menunjukkan bahwa tidak ada persoalan antara PDIP dan PPP. Kendati begitu, Eko berharap proses hukum yang menjerat empat kadernya segera selesai.
Sebagaimana diketahui, kasus pelemparan batu kantor DPC PDIP terjadi pada Minggu (31/7). Polisi telah menetapkan empat pelaku sebagai tersangka. (zam/yog/ong)