Di Kota Jogja lain lagi, karena tidak mempunyai lahan luas warga yang berada di bantaran kali, merayakan upacara kemerdekaan di Sungai Winongo. Meski begitu, warga warga RT 22 RW 04 Tejokusuman, Notoprajan, Ngampilan, Jogjakarta dengan khidmat melaksanakan upacara bendera.

Ketua RT setempat Riyanta, 41, mengatakan, acara tersebut diadakan sebagai bentuk kampanye warga untuk bergotong royong membersihkan Sungai Winongo. Upacara diikuti sekitar 100 warga. Riyanta mengaku, semalam sempat turun hujan dan banjir. Hal tersebut, membuat panitia takut akan berlangsungnya upacara di keesokan harinya. Namun pagi itu, tepat pukul 09.00 warga memulai upacara tersebut tanpa kendala yang berarti. “Alhamdulillah tidak hujan, upacara juga berjalan lancar,” ungkapnya.

Untuk persiapan, panitia upacara mengadakan latihan selama dua minggu setiap Minggu pagi dan sore. Warga pun tidak menyangka upacara tersebut dapat menarik antusias dari banyak pihak, termasuk rekan-rekan media. Panitia sendiri tidak membatasi siapa saja yang mau menghadiri upacara di sungai. Peserta yang datang pun melebihi jumlah undangan yang mereka sebarkan kepada warga sekitar.

Panitia juga sudah menetapkan pakaian peserta yang mengikuti upacara tersebut untuk mengenakan batik atau baju bebas rapi. Peserta juga boleh memakai sepatu boots maupun sandal saat mengikuti upacara di Sungai Winongo.

Dengan keberhasilan acara tersebut, warga ingin mengadakan acara serupa dalam rangka merayakan Sumpah Pemuda pada Oktober nanti. “Kami akan mengadakan rapat lagi untuk membahas rincian acaranya seperti apa,” ujar Riyanta.

Mengenai harapan warga Tejokusuman, ke depannya pemerintah dapat ikut membantu dalam penataan pinggiran sungai, seperti pelebaran jalan. Karena selama ini hanya warga setempat yang ikut andil dalam perbaikan lokasi bantaran Sungai Winongo.

“Kebanyakan warga hanya bekerja sebagai buruh lepas, tidak banyak biaya yang bisa kami keluarkan untuk melakukan perbaikan lokasi pinggiran sungai ini,” tutup Riyanta dalam perbincangan pagi itu.(ila/ong)