PURWOREJO – Menjawab kebutuhan masyarakat terdampak banjir dan longsor terhadap kebutuhan dokumen administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Purworejo menambah kuota kunjungan lapangan. Keberadaan mobil layanan kependudukan akan menjangkau semua wilayah yang telah dijadwalkan.

“Khusus untuk desa-desa yang kena banjir dan longsor. Kami mendata ada 125 desa. Ini diluar program awal layanan yang akan mengjangkau 107 desa selama 2016 ini,” kata
Kepala Dindukcapil Purworejo Sukmo Widi Harwanto, kemarin (18/8).

Menurut Sukmo, kerusakan data kependudukan memang terjadi di wilayah terdampak bencana. Walaupun tidak sampai hilang, namun akibat rendaman air menjadikan arsip lengket dengan arsip yang lain.

“Biasanya yang rusak adalah kartu keluarga dan akta kelahiran. Tidak masalah bagi yang sudah delaminating, tapi banyak juga yang masih tanpa pelindung,” ungkap Sukmo.

Untuk menangani hal itu, secara khusus pihaknya telah membentuk Tim Pelaksana Pendataan Penduduk Korban Bencana yang mendapat pengesahan dari Bupati Purworejo Agus Bastian. Tim secara bertahap menyisir wilayah terdampak yang sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Purwodadi, Bayan, dan Ngombol.

“Apa yang kami lakukan ternyata mendapat sambutan dari masyarakat. Mereka sangat terbantu untuk mengurus data kependudukannya yang rusak,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk program 107 desa, Sukmo mengatakan, kedatangan mobil layanan guna melakukan rekam data e-KTP maupun pengadaan KK dan akta kelahiran. Kegiatan ini diutamakan bagi wilayah-wilayah perbatasan kabupaten serta wilayah yang aksesnya terlalu jauh dari pusat kota.

“Tetap saja ada kendala di lapangan. Banyak warga yang enggan ngurus akta kelahirannya. Rata-rata mereka yang sudah usia lanjut dan merasa tidak membutuhkannya,” katanya.

Kepada warga yang memiliki alasan tersebut, petugas melakukan pendekatan khusus dan sebagian di antaranya mau mengurusnya. (udi/ila/ong)