PURWOREJO – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Purworejo menambah kuota kunjungan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor. Mereka sangat membutuhkan dokumen administrasi kependudukan. Di sisi lain, keberadaan mobil layanan kependudukan akan menjangkau semua wilayah yang dijadwalkan.

“Khusus untuk desa-desa yang kena banjir dan longsor lalu, kami mendata ada 125 desa. Ini di luar program awal layanan kami yang sebenarnya akan menjangkau 107 desa selama tahun ini,” kata Kepala Dindukcapil Purworejo Sukmo Widi Harwanto, Kamis (18/8).

Menurut Sukmo, kerusakan data kependudukan terjadi bagi wilayah yang terdampak. Walaupun tidak sampai hilang, akibat dari rendaman air menjadikan arsip lengket dengan arsip yang lain.

“Biasanya yang rusak adalah kartu keluarga dan akte kelahiran. Tidak masalah bagi yang sudah delaminating. Namun banyak yang masih tanpa pelindung,” tambah Sukmo.

Untuk menangani itu, secara khusus Disdukcapil Purworejo membentuk Tim Pelaksana Pendataan Penduduk Korban Bencana yang mendapat pengesahan dari Bupati Purworejo Agus Bastian. Secara bertahap, tim menyisir wilayah terdampak yang sebagian besar berada di Kecamatan Purwodadi, Bayan, dan Ngombol.

“Apa yang kami lakukan mendapat sambutan dari masyarakat dan mereka terbantu untuk mengurus data kependudukannya yang rusak,” tambahnya.

Untuk program 107 desa, Sukmo mengatakan kedatangan mobil layanan guna melakukan rekam data e-KTP maupun pengadaan KK dan juga akte kelahiran. Kegiatan ini diutamakan bagi wilayah-wilayah perbatasan kabupaten serta wilayah yang aksesnya terlalu jauh dari pusat kota.

“Tetap saja ada kendala di lapangan. Banyak warga yang enggan ngurus akte kelahirannya. Rata-rata mereka yang berusia lanjut dan merasa tidak membutuhkannya,” katanya.

Pada warga yang memiliki alasan tersebut, petugas melakukan pendekatan khusus dan sebagian di antaranya mau mengurusnya.(udi/hes)