JOGJA – Selain disiplin dan serius saat berlatih, pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) ternyata juga luwes berjoget. Itu terlihat saat Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X menyanyikan dua buah lagu untuk mereka saat acara ramah tamah di Bangsal Kepatihan, kemarin (18/8).

Semula acara ramah tamah Gubernur DIJ dengan Paskibraka DIJ ini berlangsung kaku. Namun suasana tiba-tiba langsung mencair begitu HB X memegang mic dan berdendang. Para anggota Paskibraka maupun pelatih yang mendampingi langsung naik ke Bangsal Kepatihan untuk berjoget.

Ya, selesai makan, HB X naik ke Bangsal Kepatihan karena diminta untuk menyanyi. Dua lagu dibawakan HB X. Lagu pertama Kisah Kasih di Sekolah, disambut oleh para anggota Paskibraka dengan berjoget. “Lagi, lagi, lagi,” teriak para anggota Paskibraka setelah HB X menyelesaikan lagu pertamanya.

Permintaan itu disanggupi HB X dengan membawakan lagu kedua Kharisma Cinta. Sayang, karena kerusakan sound system, lagu yang dipopulerkan Dewi Yull dan Broery Marantika itu tidak bisa dinyanyikan hingga akhir. Kemudian acara diakhiri dengan foto bersama.

Menurut HB X, pilihan pada lagu yang dibawakannya itu karena hanya dua lagu itu yang bisa dinyanyikannya. Terlebih, Raja Keraton Jogja dengan gelar Hamengku Bawono Ka 10 itu mengaku tidak biasa menyanyi di rumah. “Yo isone mung kui (ya bisanya hanya itu),” tuturnya sembari tertawa.

Pada awalnya, lanjut HB X, dia diminta untuk menyanyi dangdut. “Lha mau sik ngorgan sik minta (tadi pemain organ yang minta), maunya dangdut,” ungkapnya.

Sebelum menyanyi bersama, HB X juga menyempatkan untuk berdialog dengan 296 Paskibraka se-DIJ, baik yang bertugas di provinsi maupun di kabupaten dan kota. Di luar dugaan ternyata banyak pertanyaan diajukan termasuk mengkritisi kondisi di DIJ. Seperti perwakilan Paskibraka yang menanyakan terkait maraknya hotel, juga pembangunan bandara baru di Kulonprogo. Adapula yang menanyakan soal pengembangan pariwisata.

Semua pertanyaan Paskibraka itu dijawab oleh HB X. Seperti untuk pertanyaan terkait hotel, suami GKR Hemas itu menjawab dengan kekhawatirannya soal ketersediaan air tanah. Daripada hanya berkeluh kesah, HB X mengaku, sudah mencoba membuat sumur resapan di rumahnya. “Saya buat sederhana dari pipa paralon,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu HB X juga berpesan kepada Paskibraka untuk tetap semangat bersekolah. Terlebih dengan kondisi masih ada anak usia sekolah yang tidak melanjutkan pendidikannya. “Kalian ini golongan terpilih, menjadi Paskibraka harusnya juga bisa memberi contoh bagi anak muda lain,” harapnya.

Terpisah, Ketua Panitia Hari Kemerdekaan RI DIJ Sulistyo menambahkan, 296 Paskibraka di DIJ itu sudah mendapatkan pembekalan pengetahuan diluar pelatihan baris berbaris. Pengetahuan seperti wawasan kebangsaan, Kebudayaan, lambang negara, moral, etika serta psikologi. Termasuk juga materi terkait Keistimewaan DIJ.

“Mereka diberi pengetahuan tentang lima pilar Keistimewaan DIJ, sehingga mereka juga bisa memberi masukan soal Keistimewaan DIJ,” ujar Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Setprov DIJ itu. (pra/ila/ong)