JOGJA– PT Jasa Raharja ikut menyukseskan program Kementerian BUMN yaitu Go to School atau BUMN mengajar. Kemarin (15/8), mereka mengunjungi SMKN 2 Kasihan.

Kepala PT Jasa Raharja DIJ I Ketut Suardika mengatakan, kegiatan ini dalam rangka menanamkan rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki keragaman. Caranya, melalui proses pertukaran informasi dan kebudayaan. “Kegiatan ini diselenggarakan di 34 provinsi,” kata Suardika.

PT Jasa Raharja merupakan perusahaan milik negara. Perusahaan ini bertugas mengurusi santunan kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan sebagaimana diatur UU No 33/ 1964 dan UU No 34/ 1964 junto PP No 17 dan No 18/ 1965. “Setiap korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum berhak mendapatkan santunan,” terang Suardika.

Santunan dapat dicairkan apabila telah memenuhi persyaratan, yakni laporan polisi (LP), STNK, KTP, KK, dan bukti keterangan dari tim medis/rumah sakit/puskesmas/klinik. Untuk jumlah santunan korban luka-luka kecelakaan angkutan darat dan laut nilai santunan maksimal Rp 10 juta dan Rp 25 juta untuk korban meninggal atau cacat tetap. Sedangkan biaya perawatan korban moda angkutan udara maksimal Rp 25 juta dan Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia atau cacat tetap.

Pengurusan sekarang lebih mudah. Karena telah bekerjasama dengan rumah sakit. Jadi, ketika ada korban kecelakaan lalu lintas dan korbannya langsung dibawa ke rumah sakit, korban tidak perlu membayar biaya perawaran. “Sebab, kami akan mengeluarkan surat garansi leter atas nama pasien tersebut. Ingat, pengurusan santunan kecelakaan di PT Jasa Raharja gratis,” jelas Suardika.

Kepala SMK 2 Bantul Samsuri Nugroho mengatakan, program ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan para siswa terutama tentang tata cara pengajuan santunan kecelakaan lalu lintas. “Semoga program ini dapat dilakukan setiap tahun,” harapnya.

Samsuri berharap PT Jasa Raharja dapat menggunakan dana CSR untuk kemajuan pendidikan seperti membelikan fasilitas sekolah berupa peralatan laboratorium dan peralatan lain. “CSR PT Jasa Raharja bisa untuk pengembangan pendidikan,” pintanya. (ama/din/hes)