GUNUNGKIDUL – Menindaklanjuti surat keputusan Jaksa Agung, Kejari (Kejaksaan Negeri) Wonosari diubah menjadi Kejari Gunungkidul. Peresmian perubahan nama tersebut dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIJ Tony Tribagus Spontana, kemarin.

Tony mengatakan, ada 252 Kejari se-Indonesia yang diubah namanya, termasuk Wonosari. “Nama kejari diubah sesuai nama nomenklatur pemerintahan administratif setempat. Hal ini berbeda dengan ketentuan dalam UU yang dulu, penamaan kejari sesuai nama ibukota,” kata Tony.

Sekarang disesuaikan dari Kejari Wonosari menjadi Kejari Gunungkidul, sesuai nama pemerintah kabupaten. Pergantian nama tersebut, diharapkan tidak hanya menjadi simbol belaka.

Tetapi harus juga menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja karena konsekuensi penamaan itu berkaitan dengan kebijakan penuntutan di daerah. Tugas, fungsi, dan wewenang jaksa meliputi penuntutan di wilayah hukum pemerintah setempat.

“Sebenarnya perubahan nama ini sudah lama, namun hanya persemiannya yang diundur,” kata Tony.

Menurut dia, perubahahan nama kejari tidak merubah tugas serta wewenang. Tugas dan kewenangan penuntut umum kejari sebelum terjadi perubahan nama juga berlaku ke suluruh wilayah hukum Gunungkidul.

“Dengan adanya perubahan nama ini, kami tekankan agar para jaksa lebih semangat menegakkan hukum,” harap Tony. (gun/iwa/ama)