SLEMAN – Mengendarai motor gede (moge) tak lagi sepenuhnya menjadi gaya kaum Adam. Perempuan mengendarai moge kerap terlihat di jalanan. Demikian pula yang dilakukan anggota Patroli Jalan Raya (PJR) Polwan Polda DIJ. Kemarin (18/8), tiga polwan berlatih atraksi mengenarai moge di halaman parkir Stadion Maguwoharjo, Depok.

Satu persatu polisi berparas ayu berusaha melewati traffic cone yang dijajar berurutan. Mereka tak hanya harus berjalan zig-zag dengna moge. Bahkan, bagi yang sudah mahir sesekali beratraksi dengan berdiri di atas jok motor yang melaju pelan tanpa memegang stang.

Pemandangan menarik itu menjadi bagian persiapan polwan untuk karnaval peringatan hari kemerdekaan RI, Sabtu (20/8).

Wadirlantas Polda DIJ AKBP Sri Suryatama mengatakan, latihan rutin selalu dilakukan anggotanya supaya keahlian mereka tidak luntur. “Tiga polwan itu latihan khusus untuk pengawalan kirab kemerdekaan,” katanya.

Secara umum, bentuk latihannya berupa gerakan safety driving. Hal itu sekaligus untuk memberi gambaran bagi masyarakat tentang tata cara mengendarai sepeda motor dengan baik dan benar.

Mengendarai motor besar dengan kapasitas 750-1000 cc tentu tak mudah. Butuh keahlian tertentu untuk mengendalikan sepeda motor seberat lebih dari 300 kilogram itu. “Makanya harus sering berlatih. Jangan karena punya uang terus beli tapi tak terlatih. Nanti membahayakan pengguna jalan yang lain,” tegasnya.

Perwira polisi dengan dua melati di pundak itu menambahkan, beberapa polwan yang bertugas di Ditlantas Polda DIJ juga dituntut untuk bisa mengerjakan tugas-tugas yang biasa digarap polisi laki-laki. Salah satunya pengawalan dengan moge. “Kita ingin juga menunjukkan bahwa polwan mampu menjalankan tugas sebagai anggota Polri. Tanpa membedakan jenis kelaminnya,” tuturnya.

Salah satu pelatih, Aiptu Yogo Budiarso menyebutkan, Ditlantas memiliki 14 kendaraan besar.Terdiri atas empat unit Harley Davidson, sisanya Yamaha. Ditegaskan, sebelum mahir berakrobat mengendalikan moge, tiap pengendara harus menjalani tahapan persiapan. Selalu mengecek kondisi kendaraan. Mulai oli, ban, dan pengereman. Memainkan gas, kopling, dan mengerem juga ada tekniknya. “Dasarnya, kalau sudah bisa menggunakan sepeda motor berkopling akan lebih mudah. Seterusnya tinggal memperhatikan pengereman roda depan dan belakang,” jelas Yogo.

“Kalau untuk yang berdiri di atas jok hanya bisa pakai Harley, sebab gas bisa disetel. Kalau yang Yamaha sulit,” sambung Yogo, yang pernah mengenyam pelatihan dari instruktur Jepang. (riz/yog/ama)