KULONPROGO – Langkah pasangan Hasto Wardoyo-Sutedjo maju kembali sebagai calon bupati dan wakil bupati Kulonprogo 2017-2022 semakin mantap. Apalagi gerbong kualisi semakin bertambah panjang. Partai Golkar menyatakan ikut bergabung dengan PDIP dan PAN untuk mengusung pasangan tersebut.

Ketua Bapilu DPD Partai Golkar Kulonprogo Djuwardi menyatakan, rekomendasi DPP Golkar untuk Pilkada 2017 Kulonprogo belum turun. Namun hasil komunikasi terakhir, Partai Golkar mendukung Hasto. Bahkan pengurus pusat juga sudah bertemu dengan bupati.

“Rekomendasi memang belum turun, tetapi DPP sudah menyampaikan isi kesepakatan untuk mengusung Hasto sebagai calon bupati,” kata Djuwardi.

Kesepakatan DPP Golkar dengan Hasto Wardoyo bahkan dituangkan dalam pakta integritas. Prinsip antara Golkar dengan Hasto sudah ada kesepahaman. Bahkan partai berikut fraksi Golkar juga diminta mendukung pemerintahan Hasto-Tedjo dan pemenangan dalam Pilkada 2017.

Rencananya deklarasi dukungan Partai Golkar akan dilakukan Sabtu (20/8) di DPD Golkar Kulonprogo. Nantinya, perwakilan DPP akan datang untuk membacakan rekomendasi.

“Setidaknya akan ada 500 kader, pengurus dan tokoh Partai Golkar yang akan hadir dalam deklarasi ini. Namun untuk posisi wabup, kami serahkan kepada pak Hasto,” katanya.

Ketua Bapilu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kulonprogo Sihabudin mengungkapkan, partainya masih melakukan pembicaraan internal. Pekan ini juga masih akan dilakukan pertemuan bersama kader dan pengurus untuk membahas arah PKB dalam Pilkada 2017.

PKB masih melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah calon yang mendaftar di antaranya Mulyono dan Fidelis Indarto yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Dari komunikasi ini nantinya akan dikerucutkan kepada salah satu nama.

“Kami juga masih intensif menjalin komunikasi dengan parpol yang melakukan deklarasi dalam Gerakan Kebangkitan Nasional Demokrat (Gerbangnasdem). Di antaranya dengan Partai Gerinrdra, Nasdem dan juga Demokrat. Kami masih mencari formulasi yang pas,” tegas . (tom/ong)