KULONPROGO – RSUD Wates makin megah saja. RS pelat merah tersebut sudah memiliki gedung auditorium dan food court. Tidak lama lagi bakal dilengkapi clinic center.

RSUD Wates juga telah mengantongi predikat rumah sakit terakreditasi paripurna tanpa remisi (mengulang). Penilaian dilakukan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS).

Direktur RSUD Wates Lies Indriyati menyatakan, RSUD Wates dinilai pantas menyandang predikat tersebut. “Dengan status itu kami tinggal membudayakan SOP untuk teman-teman di RSUD Wates, mulai direktur hingga cleaning service,” katanya usai peresmian Auditorium RSUD Wates yang dihadiri Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, kemarin.

Ada tujuh kompetensi dasar yang harus dipenuhi dengan status terakreditasi paripurna, antara lain harus menerapkan budaya hand cleaning (cuci tangan) sebelum menangani pasien. Bantuan hidup dasar (bagaimana kita menolong siapapun yang tiba-tiba pingsan karena serangan jatung). Tidak hanya tenaga medis yang tahu, cleaning service hingga tukang parkir juga harus tahu.

Kemudian harus memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di seluruh titik strategis. Seluruh civitas hospital RSUD harus bisa menggunakannya, termasuk bisa melaporkan jika ada insiden sehingga tidak terjadi kebakaran besar.

“Mulai sekarang seluruh dokter harus jelas saat menulis resep. Tulisan dokter harus bisa dibaca oleh siapapun, karena kalau tidak, risiko salah menjadi tinggi dan itu membahayakan pasien,” lanjutnya.

Dengan akreditasi itu, titik atau jalur evakuasi jika terjadi bencana alam juga harus terpenuhi. Semua harus paham jalur-jalur dan titik kumpul evakuasi bencana, dan yang terakhir keselamatan kerja. Tujuh indikator itu harus dikuasai seluruh stake holder, semua unit kerja harus paham sebagai standar mutu pelayanan.

Gedung auditorium dan food court merupakan awal dari pengembangan RSUD Wates. Gedung yang dibangun menggunakan anggaran murni BULD RSUD Wates senilai Rp 8 miliar ini diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan masyarakat.

“Langkah selanjutnya merealisasikan bangunan clinic centre empat lantai berikut gedung-gedung tambahan. Seperti asrama mahasiswa dan gedung rawat inap,” jelasnya.

Gedung auditorium bisa mendukung RSUD Wates yang sudah ditetapkan Rumah Sakit Tipe B Pendidikan. “Sehingga bisa juga untuk pelatihan, bahkan juga bisa digunakan pertemuan,” ujarnya.

Bupati Hasto Wardoyo berharap RSUD Wates bisa mengakomodir semua pasien dengan layanan canggih. Saat ini sudah banyak sekali layanan canggih di dunia kedokteran seperti bedah tulang, bedah usus, layanan jantung dan bedah kanker, dan semua sudah bisa terlayani di RSUD Wates. (tom/iwa/ong)