JOGJA-Turnamen catur terbuka bertajuk Jogja Istimewa digelar mulai kemarin (18/8) hingga 22 Agustus di GOR Amongrogo. Jogja. Pada gelaran kali kedua ini diikuti sekitar 352 pecatur dari berbagai daerah.

Dari jumlah itu, 102 peserta di antaranya berkesempatan menaikkan rating dan mendapat gelar FIDE Master (FM) dan Woman FIDE Master (WFM). Sedangkan pecatur lainnya akan berlomba untuk memperoleh rating standar FIDE.

Kepala Seksi Olahraga BPO Disdikpor DIJ sekaligus Ketua I Kejuaraan Piala Raja Eka Heru Prasetya mengatakan, turnamen ini juga mempertandingan kategori kelompok umur sebagai ajang pembinaan atlet catur usia pelajar.

“Selain tropi, turnamen ini juga akan memberikan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp 66 juta,” ujarnya.‚Ä®Tahun ini secara kuantitas jumlah peserta meningkat dua kali lipat dari tahun lalu. Dengan ketatnya persaingan, diharapkan kualitas para pecatur terasah dan semakin banyak yang mengantongi rating standar FIDE.

Ditambahkannya, beberapa atlet PON 2016 pun memanfaatkan turnamen berskala internasional ini sebagai try out terakhir jelang berlangsungnya multievent empat tahunan yang akan berlangsung September mendatang. Tiga atlet DIJ yakni Kafi Maulana, Lintang Wulandari, dan Ana Wening juga ikut ambil bagian. “Pecatur PON lainnya seperti dari Papua, Babel, dan Sulawesi Utara juga mengikuti turnamen ini,”ujarnya.

Ketua Bidang Liga Catur Nasional PB Percasi Bunawan Bong memprediksi, akan ada lebih dari 40 pecatur yang belum mengantongi rating standar FIDE akan mendapatkan rating pertamanya di turnamen ini. Selain itu, diharapkan akan ada pecatur yang bisa mendapat gelar FM dan FWM. “Dari total peserta ada 102 pecatur yang sudah dapat rating, dan sisanya diharapkan mereka bisa dapat rating di sini,”ujarnya.(dya/din/ong)