KULONPROGO – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wates bersama Pemkab Kulonprogo melakukan sosialisasi amnesti pajak di King’s Hotel, Wates, Kulonprogo, kemarin (18/8). Acara dihadiri Bupati Kulonprogo Hasto Wadoyo.

Kepala Kanwil Dirjen Pajak DIJ Yuli Kristiyono menyatakan, amnesti pajak merupakan program pengampunan pajak. Diberikan kepada wajib pajak yang meliputi penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pindana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015 dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam surat pemberitahuan (SPT).

“Ini langkah pemerintah mendorong semua wajib pajak melaporkan asetnya yang selama ini belum dicantumkan dalam SPT. Nantinya tidak lagi kami mengejar atau mendatangi wajib pajak karena datanya sudah terdeklarasi dengan jelas,” kata Yuli.

Amnesti pajak diberlakukan 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017. Tarif uang tebusan akan semakin meningkat pada tiap periode. Wajib pajak diimbau segera mengikuti program ini. Dicontohkan, deposito adalah satu penghasilan wajib pajak, namun sebelumnya saat membentuk deposito itu uangnya dari mana tolong dibayar pajaknya.

“Tebusanya hanya 2 persen sampai September 2016, akan naik 3 persen pada bulan Oktober-Desember 2016. Tahun 2017 tebusannya akan naik lagi menjadi 5 persen, namun itu masih relatif murah dibanding tarif normal yang sampai 30 persen, jadi cepat saja ikut program ini,” kata Yuli.

Sementara itu, Bupati Hasto mengungkapkan, terkait tuntutan pembebasan pajak bagi warga terdampak bandara sudah disampaikan ke gubernur. Bahkan setiap rapat juga disampaikan, bahkan kepada Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang sempat datang ke Kulonprogo dua kali. (tom/iwa/ong)