JOGJA – Dari sekitar 7.200 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DIJ, baru lima di antaranya yang bergelar doktor. Bahkan ada sekitar 2,4 persen PNS DIJ yang hanya berijazah SD dan SMP.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, lima PNS yang bergelar doktor di Pemprov DIJ itu sudah meningkat dari tahun sebelumnya yang baru tiga orang. Diakui banyak kendala untuk meningkatkan jumlah PNS dengan ijazah S3 yakni perlu biaya yang besar dan lama.

“Kalau kita sekolahkan doktoral sekarang, kan ngunduhnya tiga tahun lagi,” ujar Eko dalam rapat kerja dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ kemarin (19/8).

Dari tingkat pendidikan, Eko mengatakan saat ini sudah mulai terjadi peningkatan. Selain doktoral, jumlah PNS sarjana juga bertambah menjadi sekitar 42 persen dari sebelumnya 37 persen. Pihaknya berharap pada 2016 ini bisa meningkat menjadi 50-60 persen. “Ya tiap tahun ada peningkatan 5-10 persenlah,” ujar politikus PDIP ini.

Selain tingkat pendidikan, Eko juga berharap para PNS di Pemprov DIJ bisa meningkatkan kompetensi. Jika sebelumnya ia menyebut ada sekitar 60 persen PNS yang tidak berkompeten, sekarang tinggal 40 persen.

Sementara itu Kepala BKD DIJ Agus Supriyanto mengungkapkan, PNS dengan pendidikan SD dan SMP di Pemprov DIJ kebanyakan bertugas sebagai sopir dan caraka (pengantar surat). “Untuk yang SD dan SMP ini akan diberi pendidikan di Badan Diklat, seperti untuk sopir kan juga perlu keahlian khusus dalam protokoler,” tuturnya. (pra/laz/ong)