GUNUNGKIDUL – Program asuransi Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul belum menjangkau semua nelayan. Belum ada separonya yang berasuransi.

Kepala DKP Gunungkidul Agus Priyanto mengatakan jumlah nelayan yang sudah berasuransi keselamatan 600 orang. Asuransi itu merupakan rangkaian program satu juta asuransi bagi nelayan dalam rangka menjalankan amanat UU perlindungan terhadap pencari rezeki di laut.

“Namun dari 1.421 nelayan, baru separonya yang mendapatkan asuransi. Karena itu kami akan mengusulkan sisa kekurangan lepada kementerian sehingga semua dapat terakses,” kata Agus kemarin (19/8).

Pekerjaan nelayan memiliki risiko cukup tinggi namun seringkali tidak disadari. Melalui program kementerian melalui asuransi maka kesadaran pentingnya perlindungan keselamatan kerja dapat dipahami dengan baik. “Tugas kami di DKP menyalurkan program dan mengusulkan peserta,” kata Agus.

Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong praha (Satpol PP) itu menerangkan, asuransi untuk nelayan menggunakan asuransi Jasa Raharja Putera. Bantuan anggaran diperoleh dari APBN, sehingga nelayan hanya berkewajiban membayar premi Rp 65.000 per tahun.

“Semoga dengan program asuransi keselamatan para nelayan dapat bekerja dengan tenang,” ujar Agus.

Sementara itu, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Gunungkidul Rujimantoro mengaku telah memperoleh bantuan asuransi keselamatan dari DKP. Asuransi tersebut juga sudah terdistribusikan dengan baik.

“Namun, belum semua nelayan menerima program asuransi kesehatan. Dari total keseluruhan baru ada separo yang terakses asuransi keselamatan,” kata Rujimanto.

Karena itu dia berharap kepada DKP agar segera mengusulkan kekurangan kepada kementerian. Dengan demikian semua nelayan tanpa terkecuali bisa mendapatkan perlindungan asuransi. (gun/iwa/ong)