PURWOREJO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo menargetkan pembangunan 48 rumah relokasi bagi warga terdampak tanah longsor selesai akhir Oktober nanti. Rencananya, pembangunan awal dimulai pada awal September.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Purworejo Boedi Hardjono, saat mendampingi Bupati Purworejo Agus Bastian menerima kedatangan tim dari Indocement di Pringgitan Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat(19/8).

Menurut Boedi, tahap perencanaan relokasi telah diselesaikan dan tinggal menyelesaikan proses penyediaan tanah untuk beberapa rumah. “Sebagian besar sudah selesai. Hanya sebagian kecil yang belum rampung,” imbuh Boedi.

Boedi meneruskan, pengadaan lokasi pembangunan relokasi berbeda-beda di antara korban. Sebagian menyediakan lahan sendiri. Sementara ada juga yang pengadaannya di bantu pemkab.

“Kami ingin relokasi segera selesai sesuai harapan bersama. Harapannya, warga bisa lebih nyaman menata kembali kehidupannya,” tambah Boedi.

Dalam pertemuan dengan pihak Indocement, dinyatakan produsen semen tersebut akan membantu pembangunan dua rumah relokasi. Namun dari BPBD berharap bantuan bisa lebih dari dua rumah. “Alangkah lebih baik jika pembangunannya tidak hanya dua saja,” tambahnya.

Sahat Panggabean dari Indocement mengatakan, bantuan pembangunan rumah bagi korban longsor Purworejo telah dipersiapkan sejak awal. Hanya mereka menunggu proses pendataan bencana Purworejo selesai dilakukan.

“Kami menjadi tahu kebutuhannya apa saja. Di sini kami ingin membangunkan dua rumah relokasi bagi warga,” kata Sahat.

Selain dari perusahaan, bantuan juga hasil iuran karyawan Indocement sebagai bentuk kepedulian terhadap Purworejo. “Rumah yang kami bangun ini nanti hemat biaya namun nyaman ditempati,” imbuh Sahat.

Selain memberikan bantuan rumah relokasi, Indocement siap memberikan pelatihan bagi warga untuk dilatih menjadi tukang yang bisa mengerjakan rumah dengan cepat dan hemat.

“Pembangunan rumah ini dutargetkan dalam 10 hari sudah selesai. Rencananya di setiap rumah dikerjakan 4 tukang dan 1 mandor. Di Purworejo, kami akan memberikan pelatihan pada 50 tukang untuk dijadikan tukang terlatih,” katanya.(udi/hes)