JOGJA- Dinilai mengalami perkembangan yang pesat dalam kurun dua tahun ini, Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI) akan menyelenggarakan Kejuaraan Nasional Hapkido Indonesia untuk kali pertama 20-21 Agustus di UIN Sunan Kalijaga.

Sekitar 215 atlet dari 18 tim yang berasal dari 21 provinsi akan bertanding di empat nomor pertandingan. Selain itu, akan disertakan satu nomor eksibhisi.

Ketua Umum Hapkido Indonesia GBPH Prabukusumo mengatakan, dengan usaha dan kerja keras semua daerah berhasil mengembangkan olahraga bela diri asal Korea ini dalam waktu singkat. Bahkan, seluruh perwakilan dari daerah berdatangan dengan biaya sendiri.

“Kejurnas ini sebagai langkah awal untuk pencapaian target kami untuk menjadi anggota KONI Pusat. Dan di PON selanjutnya, Hapkido diharapkan sudah bisa masuk eksibisi,”ujarnya kemarin (19/8).

Ditambahkan, kejurnas ini juga sebagai evaluasi dan membangun kebersamaan secara nasional serta mencari calon-calon atlet berbakat. Sebab, Hapkido Indonesia juga berkeinginan untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Hapkido WHMAF yang akan diselenggarakan pada tahun 2017 mendatang di Adelaide, Australia. “Dari kejurnas ini akan terlihat siapa-siapa saja atlet potensial, dan kami akan kirimkan untuk mengikuti kejuaraan dunia,”ujarnya.

Master V Yoyok Suryadi mengatakan, nomor yang dipertandingkan yakni daeryun (bertarung), hyung (jurus), hoshinsul (peragaan teknik beladiri), nakbop (teknik loncatan), serta satu nomor eksibisi yakni mugisul (teknik senjata). Masing-masing terdiri dari kategori kadet (9-12 tahun), junior (13-18 tahun), dan senior (18 tahun ke atas). “Selain kejurnas, ada diklat pelatih yang akan diikuti 60 pelatih dan asisten pelatih dari 21 provinsi,”ujarnya.

Presiden Hapkido Dunia Dhon Oh Choi mengatakan, di dunia internasional, Indonesia menjadi salah satu role model karena perkembangannya yang begitu cepat dan pesat. Dalam kurun kurang lebih dua tahun, Hapkido Indonesia sudah tersebar dan berkambang di 24 propinsi. Dia berharap, akan muncul atlet-atlet Hapkido Indonesia yang berprestasi di kancah internasional. “Indonesia salah satu negara di Asia yang perkembangannya sangat pesat, selain Singapura, Malaysia dan di Korea sendiri. Sedangkan di Eropa ada Jerman yang juga penyebaran Hapkido juga pesat,”ujarnya.(dya/din/ong)