KULONPROGO-Indonesia Scouts Challange (ISC) sangat baik untuk menggali potensi-potensi yang dimiliki para pelajar dalam hal ketangkasan dan kemampuan lain di bidang kepramukaan. DI penyelenggaraan ISC, akan banyak materi lomba yang mengasyikkan dan manarik. Karena itu, ini akan menjadi pengalaman berharga bagi peserta dan berguna kelak di kemudian hari.

Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kulonprogo Mudopati P mengatakan, gerakan Pramuka sangat baik untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak. 
Bahkan di satu kesempatan, dia menyebutkan Pak Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sempat mencontohkan, ada kecenderungan anak-anak yang masih mengenakan baju Pramuka berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran baik di sekolah atau di lingkungan.

“Ini menjadi bukti, pendidikan karakter dalam kegiatan Pramuka sangat baik bagi adik-adik kita. Harapnnya sebagai pemegang tongkat estavet bangsa ini, mereka akan menjadi generasi penerus atau pemimpin yang baik dari yang sekarang,” ujarnya.

Sementara itu, terkait lokasi pelaksanaan ISC di Lapangan Pengasih, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan kepolisan untuk perizinan dan kesiapan pelaksanaannya. “Tinggal teknis pelaksanaan di lapangan. Kwarcab akan bicarakan lagi dengan panitia ISC agar semua bisa berjalan dengan lancar,” lanjutnya.



Beberapa sekolah di wilayah UPTD Pengasih dan Wates latihan bahkan dilakukan hingga sore hari selepas jam pelajaran. Anak-anak terlihat sangat semangat mempelajari materi lomba yang diajarkan dalam bentuk video oleh pihak panitia ISC.

“Mudah-mudahan adik-adik siap saat pelaksanaan. Semoga dengan semangat yang besar hasilnya juga maksimal,” harapnya.

Mudopati menjelaskan, Kabupaten Kulonprogo sangat aktif dalam kegiatan Pramuka. Setiap tahun selalu ada kegiatan baik di tingkat kabupaten provinsi. Bahkan nasional. Seperti tahun ini Kulonprogo juga mengirimkan wakil untuk Jambore tingkat nasional.

Tidak lama lagi Raimuna tingkat nasional, Kulonprogo juga mengirimkan wakil. Dan setiap tahun mereka juga mengadakan kegiatan dengan nama Jelajah Wisata Kulonprogo (Jelitaku) yang cukup mendapat perhatian dari Kwartir Daerah (Kwarda). Kegiatan ini juga diminati kabupaten/kota lain di DIJ. “Ada juga kemah budaya dan masing-masing ranting dan gugus depan melakukan kegiatan persami setiap akhir semester,” jelasnya. (tom/din/ong)