FAKTA adanya narapidana mengendalikan transaksi nar-koba dari dalam Lapas Narkotika, Pakem menjadi pukulan telak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) DIJ

Tak ingin kecolongan lagi, Kepala Kanwil Kemenkumham DIJ Pramono berjanji mengus-ut tuntas kasus penyelundupan narkotika ke dalam lapas.

“Kami akan tindaklanjuti temuan BNNP DIJ,” ujarnya kemarin (19/8).

Guna mencegah terulangnya praktik pelemparan narkotika dari luar pagar lapas, Kemen-kumham telah berkoordinasi dengan kepolisian dan BNNP DIJ.

Termasuk mencegah kemung kinan pengiriman paket narkoba melalui makanan.Pramono mengklaim, selama ini penggawasan peredaran narkoba di lingkungan lapas sudah diperketat.

Hanya, sistem pengawasan tak bisa seketat BNNP atau polisi. Dia berdalih Kemenkumham tak memiliki peralatan canggih seperti yang dimiliki dua institusi penegak hukum tersebut.

“Sementara kami hanya bisa melakukan penggeledahan,” katanya.

Pramono juga beralasan cukup kesulitan mengawasi para narapidana karena keterbatasan jumlah sipir, yang tak sebanding dengan penghuni lapas.

Menurutnya, tiap seorang sipir rata-rata harus mengawasi 30 orang warga binaan. Padahal, idealnya seorang sipir paling banyak mengawasi 15 orang.

“Kami tak bisa berbuat banyak karena tak boleh merekrut pegawai. Hanya bisa memberdayakan yang ada,” ungkap Pramono.

Dikatakan, pencegahan penyalahgunaan narkotika juga berlaku bagi para sipir dan petugas lapas. Sipir turut digeledah.

Bahkan, jika ada sipir yang diduga terli-bat atau membiarkan masuknya narkoba ke dalam lapas akan disanksi berat.

“Akan kami pin-dah mereka. Ada beberapa sipir kami ‘sekolahkan’ ke Kemenkumham dan dicopot, tak lagi jadi sipir,” tegasnya.

Pramono mengakui, selama ini banyak pegawai nakal karena ter-libat peredaran narkoba.

Mereka tak hanya “disekolahkan”. Tapi, tak sedikit yang dipecat. Sebagian lagi dijadikan satpam kantor.

Lebih dari itu, Pramono meminta kepala lapas agar segera memindahkan warga binaan yang sering melanggar aturan. Juga berkoordinasi dengan warga di sekitar lapas guna mencegah aksi pelemparan narkotika dari luar pagar.

Sementara, terkait temuan BNNP DIJ, Pramono mengaku telah me-minta keterangan Kalapas Pakem dan para sipir yang berjaga.

“Sudah ditanyai kemarin itu. Hasilnya tidak ada. Kalau nanti ada yang main-main saya pecat,” tegasnya.

Menyikapi masih adanya warga binaan yang membawa ponsel di dalam lapas, Pramono ber-janji terus rutin mengadakan razia. Kalau tetap ada yang membandel, dia tidak segan memindahkan mereka ke Nusakambangan.

Terkait perkara tersebut, Kapalas Narkotika Kelas IIA Pakem Sleman Erwedi Supriatno belum bisa dikonfirmasi. Panggilan telepon kepada nomor yang bersangkutan pun tidak ada jawaban. (riz/yog/ong)