Utamakan Kualitas, Nyaman saat Bekerja

SIBUK bekerja namun tetap me miliki waktu untuk keluarga. Ini sangat pen-ting bagi seorang Ayu Helena Cornellia yang berprofesi sebagai Marketing Communications Consultans Hyatt Regency Jogjakarta.

Baginya keluarga tetap prioritas utama dalam hidupnya.Untuk berbagi waktu, Ayu, sapaannya tidak mengutamakan kuanti-tas. Perempuan kelahi-ran 16 September 1965 ini justru memilih kualitas.

Dalam setiap minggunya, dia selalu menyediakan waktu khu-sus bagi ketiga buah hatinya.

“Sabtu dan Minggu itu ada-lah waktu khusus untuk anak-anak. Setiap pagi juga meluangkan waktu untuk mengantar anak-anak ke sekolah,” ujarnya.

Ayu menjelaskan, tidak ada salahnya jika kaum perempuan ingin bekerja. Hanya ada satu hal yang perlu di-tekankan jika ingin bekerja.

Tidak hanya sibuk untuk mencari uang, tapi juga wujud aktualisasi diri seorang perempuan.Dengan konsep seperti ini, seorang ibu masih memiliki waktu untuk ke-luarganya.

Menurutnya, keberadaan seorang ibu bagi anak-anak penting. Terutama bagi perkembangan psiko-logis dan sosialisasinya terhadap lingkungan.

“Bagi yang bekerja utamakan kuali-tas jika memang tidak bisa kuantitas. Sekecil apapun waktunya manfaatkan dengan baik bersama anak,” kata pe-rempuan yang saat ini tengah menjalani Desertasi Pariwisata UGM ini.

Ayu menjabarkan, bepergian di alam terbuka lebih bermanfaat bagi anak. Berbeda jika hanya sekadar pergi ke mal atau pusat hiburan.

Kesannya orang tua hanya mengan-tar dan anak bebas ber-main.Sementara waktu berkualitas menurut-nya adalah antara orang tua dan anak ada interaksi yang terjalin selama menghabiskan waktu ini.

Bisa dengan menjajal ragam permainan di alam terbuka, hingga per-mainan yang mengedepankan so-sialisasi.

“Khusus untuk si kecil Reyno yang masih berusia 4 tahun. Saya selalu bacakan buku cerita saat menjelang tidur. Banyak cara mengasyikan yang bisa dihabiskan bersama anak-anak,” ujarnya.

Di sisi lain, istri dr Sigit Riyarto, M.Kes ini juga memberikan pengertian kepada anak-anaknya. Dirinya bekerja untuk membuat anak-anaknya senang. Hasil dari bekerja bisa digunakan untuk bertamasya bersama keluarga.

“Untuk Zefa, 15, dan Jeff ,10, sudah bisa mengerti saat saya bekerja.

Untuk si bungsu terkadang masih nggon-deli. Kuncinya ibu harus percaya anak bisa mandiri, pasti anak juga nyaman melihat ibunya bekerja,” katanya. (dwi/ila/ong)