KULONPROGO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulonprogo melaunching Jingle dan Maskot Pilkada 2017 di Alun-alun Wates, Kulonprogo, Sabtu (20/8) malam. Acara itu dihadiri Komisoner KPU DIJ, Panwaslu kabupaten Kulonprogo, Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, Forkompimda Kulonprogo, SKPD terkait, Camat, Kades dan seluruh anggota PPK se-Kulonprogo.

Ketua KPU Kulonprogo Muh Isnaenei dalam sambutannya menyatakan, tahapan yang paling panjang adalah Pilkada yakni sosialiasi. Sosialisasi dimulai sejak awal hingga pemilihan. Adapun kegiatan kali ini adalah pencanangan sosialiasi sekaligus launching Jinggle dan Maskot Pilkada 2017 Kulonprogo.

“Delam kesempatan ini kami mengajak seluruh masyarakat Kulonprogo untuk berperan aktif dalam Pilkada 2017, peduli dan pastikan diri terdaftar dalam DPT, dan semangat mendatangi TPS di hari pemilihan. Mari bersama-sama sisngsingkan lengan, bertekad, dan gelorakan semangat sukseskan Pilkada Kulonprogo 2017,” katanya.

Dijelaskan, Pilkada 2017 telah dianggarkan senilai Rp 14,3 M, dan tahapan sudah mulai berjalan, salahsatunya dengan pembentukan struktur oerganisasi mulai PPK dan PPS di bulan Juni 2016, dan sekarang dilanjutkan dengan pembentukan PPDP untuk 937 TPS yang disediakan dalam pelaksanaan nantinya.

Jika melihat jadwal tahapan, pemungutan suara akan dilaksanakan tanggal 15 Ferbuari 2017 dan itu artinya tinggal 178 hari lagi. Sementara data sementara ada 34299 orang pemilih di Kulonprogo, data itu akan disandingkan dengan DPT terakhir 335.897 pemilih untuk divalidasi.

“Kami sangat berharap semua yang sudah memiliki hak pilih untuk aktif memastikan namanya benar-benasr sudah terdaftar, lapor ke petugas yang ada jika belum tercatat dalam daftar pemilih. Dan datang ke TPS tanggal 15 Februari 2017 mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU DIJ Siti Ghoniyatun mengamini, pencanangan sosialisasi ini menjadi tanda awal pelaksanaan Pilkada 2017 di Kulonprogo akan berjalan lancar. Adapun tujuan pekan sosialiasi pada umumnya yakni tersebarnya informasi, harapannya bisa berjalan dengan utuh dan menyeluruh.

“Artinya seluruh masyarakat bisa tahu proses tahapan pelaksanaan Pilkada 2017 di Kulonprogo. Itu diyakini akan menjadi efek positif pada peningkatan partisipasi pemilih dan kesadaram asyarakat akan pentingnya hak pilih dan kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Ditambahkan, Pilkada adalah proses demokrasi yang diagendakan rutin 5 tahun sekali, “Saya percaya semua yang hadir malam hari ini memiliki semangat sama, yakni Pilkada bisa berjalan dengan damai, lancar dan tertip, partisipasi meningkat sesuai regulasi dalam prosesnya, dan terpilih calon yang amanah sesuai harapan masyarakat kulonprogo untuk 5 tahun kedepan,” imbuhnya. (tom/ong)