JOGJA – Belum semua wasit memiliki bekal penge-tahuan dan kemampuan untuk memimpin pertan-dingan dengan baik. Untuk itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunjuk Asprov PSSI DIJ sebagi pilot project kursus atau diklat bagi wasit.

Itu terutama bagi wasit lisensi C3 dan C2. Diklat akan diselenggarakan 28 Agustus hingga 3 September mendatang di SKB Sewon, Bantul, dengan target masing-masing 30 peserta.

Ketua Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Asprov PSSI DIJ Siswanto mengatakan, dari 30 peserta yang ditargetkan ternyata mendapatkan respons positif. Itu terbukti calon peserta yang mendaftar hingga kini sudah ada 45 orang. Itu untuk wasit C3 atau tingkat kabupaten dan kota.

“Meskipun dari jumlah tersebut baru 20-an orang yang memenuhi syarat. Seperti surat rekomendasi dari asosiasi kota maupun Kabupaten PSSI setempat,” ujarnya di Kantor Asprov PSSI DIJ (19/8).

Dengan sudah bergulirnya kembali kompetisi se-pak bola, menurutnya, DIJ sendiri masih kekurang-an wasit.

Di DIJ saat ini baru ada sekitar 80-an wasit lisensi C3 dan C2. Jumlah itu banyak menyebar di Sleman dan Kota Jogja. Sedangkan di wilayah Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul, masih sangat sedikit.

“Melihat inten-sitas pertandingan, jumlah itu masih belum men-cukupi,” ujar mantan wasit FIFA asal DIJ ini.

Selain dari DIJ, para peserta juga banyak berasal dari daerah lain seperti Papua, Kalimantan Timur, NTB, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Pihaknya masih membuka pendaftaran hingga 24 Agustus mendatang dan tidak membatasi kuota peserta.

Ditambahkan, materi pelatihan akan terdiri atas materi pokok dan penunjang. Antara lain pemaha-man peraturan pertandingan, kesiapan fisik yang baik, hingga sisi psikologi. Sehingga para wasit me-miliki bekal yang baik serta pengalaman dalam memimpin pertandingan.

Dia mencontohkan, insiden penganiayaan terhadap wasit dan hakim garis yang dilakukan pemain Per-singa Ngawi saat berhadapan dengan PSS Sleman belum lama ini.

Menurutnya, insiden seperti itu semoga tidak te-rulang kembali di ajang Indonesia Soccer Champi-onship (ISC) Seri B maupun turnamen dan kom-petisi lainnya.

“Kami sesalkan itu terjadi. Seorang wasit sebagai perangkat pertandingan harus paham aturan per-mainan sepak bola di lapangan, sama halnya dengan pemain. Sehingga insiden atau kesalahpahaman di lapangan tidak terjadi, karena pengambilan kepu-tusan juga harus cepat,” ujarnya.

Selanjutnya diklat akan berlanjut untuk pelatihan PP tingkat daerah pada 25 September-1 Oktober. Kemudian pelatihan PP nasional pada 23-29 Okto-ber. Dilanjutkan pelatihan pelatih lisensi D 13-19 November dan diakhiri pelatihan wasit lisensi C 1 4-10 Desember. (dya/din/ong)