Raih Mimpi dan Terbanglah Tinggi Srikandiku

JALAN Sabirin Nomor 1 Kotabaru Jogjakarta nampak ramai. Stage besar didirikan di lapangan basket. Lengkap dengan berbagai stand jualan serta atribut warna-warni yang makin menyemarakkan suasana.

Ternyata, itu adalah hari ulang tahun ke-68 SMA Stella Duce 1 Jogjakarta (Stece).

Para siswi tak henti-henti menyerukan yel-yel Stece, seperti “we are, we are, stece” atau “stece girls go fight beat the all, be the one!”. Mereka antusias mengikuti berbagai acara pada Jumat (19/8) kemarin.

Perayaan tersebut menggunakan tema Nostalgia. Menurut Katarina Christine, Ketua Osis, konsep itu dipilih untuk kembali mengingatkan seluruh warga Stece tentang kejayaan atau berbagai pencapaian yang pernah diraih.

“Nostalgia bukan sekadar melihat apa yang sudah diraih. Tapi setelah mengerti bahwa Stece pernah meraih berbagai pencapaian, harapannya akan menjadi reminder ke temen-temen untuk tambah semangat men-capai berbagai prestasi di masa selanjutnya,” katanya.

Lilian Christine, Ketua Panitia menambahkan, perayaan tahun ini berjudul 68%. Artinya menuju kesempurnaan yang berada di angka 100%. Maka Stece masih harus terus berjuang memberi yang terbaik untuk masyarakat.

“Kami sadar bahwa belum sempurna. Namun sedang dalam proses me nuju kesempurnaan. Caranya ya tetap dan terus berjuang untuk mencapai kejayaan tersebut. Jangan cepet puas, terus dan harus terus haus akan prestasi,” ungkapnya.

Perayaan ulang tahun SMA Stella Duce 1 itu dimulai sejak pukul 7.45 pagi dengan Misa bersama warga SMA Kolese De Britto.

Sejarahnya dulu pada masa awal berdirinya 19 Agustus 1948, kedua sekolah homogen ini berada di satu atap. Meski di pimpin oleh Romo Jesuit untuk para siswa dan Suster CB untuk siswi.

Setelah Misa, mereka kembali ke sekolah masing-masing. Warga Stece mengikuti berbagai acara seperti Donor Darah, dan pentas seni yang diisi oleh penampilan tim dance Rassle Evanore, Teater Bende, juga berbagai band intern Stece.

Selain itu pada perayaan kemarin Jumat, turut juga diadakan penyerahan pemenang Salam Stece. Sebuah perlombaan antar kelas untuk mem-buat yel-yel tentang kreatif tentang Stece.

Selain itu setiap kelas juga diminta untuk melebur dalam satu stand. Sehingga setiap stand diisi oleh gabungan tiga kelas yang berisi anak kelas X, XI dan XII.

“Supaya semua bisa gabung dan saling kenal. Jadi perayaannya enggak cuma hura-hura aja, tapi juga berman-faat buat seluruh warga Stece. Dengan menyatukan satu stand untuk tiga kelas per angkatan, harapannya da-pat membuat kami semua makin solid,” kata Lilian.

Pada pidatonya sebelum potong tumpeng, Suster Hedwig CB, se laku kepala sekolah berpesan agar Srikandi Stece dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan meraih segala prestasi.

“Perayaan ulang tahun yang patut di syukuri karena banyak prestasi yang diraih tahun ini. Terbanglah lebih tinggi Srikandi-srikandiku! Raihlah prestasi di bidang akademik, dan non-akademik!” pesannya. (ata/iwa/ong)