JOGJA – Penggunaan kartu nirsentuh sebagai pengganti uang tunai (e-money) terus digenjot PT Bank Mandiri Tbk. Untuk mendukung program tersebut, Bank Mandiri terus melakukan sosialisasi. Termasuk mendukung pelaksanaan Prambanan Jazz 2016. Beberapa bulan lalu, Bank Mandiri ikut aktif dalam pelaksanaan Mandiri Artjog 2016.

VP Corporate Communications PT Bank Mandiri Tbk Ahmad Reza mengatakan, sejak 2014, Bank Mandiri berpartisipasi dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai atau Less Cash Society dalam transaksi ekonomi yang dicanangkan Bank Indonesia (BI). Bank Mandiri mempopulerkan penggunaan e-Money di masyarakat.

“Melalui e-Money seluruh transaksi nasabah akan lebih mudah dan praktis, sehingga tidak perlu membawa uang tunai,” kata Ahmad Reza disampingi Head of Mandiri Art Desiree and Internal Communication Bank Mandiri Sofi, Sabtu (20/08).

Reza meneruskan, penggunaan e-money juga mengantisipasi nasabah dari transaksi uang palsu, mengurangi biaya pencetakan uang tunai sampai menghindari kembalian uang dengan permen.

“Memang, selama ini penggunaan transaksi elektronia masyarakat Indonesia masih rendah, sehingga perlu lebih banyak dilakukan edukasi,” imbuh Reza.

Secara nasional, lanjut Reza, Bank Mandiri hingga akhir 2015 menerbitkan 6,6 juta kartu e-money. Sedangkan per Juni 2016, perseroan telah menerbitkan 7,7 juta kartu e-money dengan nominal transaksi mencapai Rp 1,6 triliun. Namun, dengan berbagai sosialisasi dan edukasi, manajemen berharap terjadi peningkatan hingga 8,6 juta kartu sampai akhir 2016.

Terkait Prambanan Jazz 2016, Bank Mandiri menyediakan 10 cashier dengan 3 mobile cashier di Pasar Kangen selama Sabtu-Minggu (20-21/08). Tujuannya, mengedukasi masyarakat untuk menggunakan e-money.

“Semua transaksi di 65 tenant yang ada tidak menggunakan uang tunai dan perseroan berharap mampu menjual 10 ribu kartu,” katanya.(hes/dem)