KULONPORGO – Lapangan Pengasih, Kulonprogo mulai kemarin (21/8) sudah disulap menjadi arena game oleh tim Indonesia Scout Challange (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Cham-pionship Kabupaten Kulonprogo.

Kegiatan tersebut direncanakan akan dibuka langsung oleh Bu-pati Kulonprogo Hasto Wardoyo selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kab Kulonprogo.

“Sebelum upacara pembukaan para peserta akan melakukan re gistrasi ulang yang akan di-mulai pukul 06.00. Peserta lang-sung melakukan pemasangan tenda sebelum upacara pembukaan yang dijadwalkan pukul 09.00,” terang PIC ISC Jateng dan DIJ, Roky Maghbal.

Dijelaskan Roky, setelah upacara pem-bukaan langsung kemudian dilanjutkan dengan game pada hari pertama meliputi PPGD, Badge Challange, Slide The Word, Navigation Challange, Sense Challange, Englesh Corner, Team Building dan Balls Challange (Rolling Balls dan Lempar Bola).

“Seleksi tingkat kabupaten ini nanti akan mengambil perwakilan regu yang terdiri 10 putra dan 10 putri untuk maju ke tingkat provinsi. Sesuai jadwal seleksi tingkat pro-vinsi akan dilaksanakan tanggal 18-20 September 2016. Kwarda tepatnya di Bumi Perkemahan Babarsari,” jelasnya.

Tim ISC lainnya Atika Lis Widowati me-nambahkan, mereka sudah melakukan pemasangan tapak kemah, dan beberapa fasilitas pendukung lainya, termasuk loading alat-alat game.

“Lokasinya sangat repre-sentatif, luas dan tidak jauh dari fasilitas pendukung lainnya. Kami berharap saat pelaksanaan semua bisa ber-jalan lancar sesuai dengan ren-cana,” tambahnya.

Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Kulonprogo Mudopati P mengungkapkan, terkait persiapan peserta, semua pendamping sudah mendapat-kan materi perlombaan dalam kegiatan technical meeting yang selenggarakan oleh Tim ISC se-belumya. Para peserta juga sudah melakukan latihan dengan penuh sema-ngat dan optimistis bisa berbuat banyak dalam gelaran ISC ini.

“Sejak awal kami su dah melihat, game yang akan dipertan-dingkan sangat menarik. Para peserta be-berapa hari terakhir juga semangat mela-kukan latihan dan mereka optimistis bisa tampil maksimal dalam gelaran ISC ini,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak nilai positif dalam kegiatan ISC ini. Terutama dalam pemben-tukan karakter. Terlebih saat ini generasi muda mengalami krisis jatidiri akibat geru-san perkembangan jaman. Dalam Pramuka pintar saja tidak cukup, karakter atau jati diri sebagai orang yang memegang adat ke-timuran seperti sopan santun mulai terkikis.

Para peserta juga nampak antusias meng-ikuti gelaran ISC ini, mungkin karena baru kali pertama diselenggarakan di Kulon-progo. Tidak hanya peserta tetapi guru dan orang tua juga antusias.

“Ada perwakilan dari sekolah yang menanyakan bagaimana kalau pembina pendampingnya juga ikut mendirikan tenda, untuk menyemarakkan kegiatan sekaligus mengawasi anak-anak didiknya,” ujarnya. (tom/din/ong)