JOGJA-Pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Jogja tak mau gegabah me-nanggapi belitan dugaan kasus korupsi yang menimpa jagoan-nya di Pilwali 2017, Imam Pri-yono (IP). Mereka tak mau menduga-duga penyebutan nama IP tersebut ada nuansa politis jelang pilwali.

“Kami (DPC) sudah membuat keputusan, rekomendasi ke DPP untuk mengusung Pak Imam Priyono,” tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Danang Rudyat-moko, kemarin (22/8).

Danang menegaskan, kepu-tusan tersebut sudah mereka sampaikan ke DPP. Saat ini, pihaknya fokus konsolidasi me-nyiapkan mesin partai demi memenangkan pilwali. Terlebih, instruksi dari Ketua Umum Mega wati Soekarno Putri me-minta seluruh pengurus untuk tak buru-buru.

“Karena posisi PDIP Kota Jogja sama dengan DKI Jakarta, ibu ketua umum meminta kami untuk memperhitungkan dengan matang,” jelas Danang.

Dengan raihan 15 kursi dari 40 kursi di DPRD Kota Jogja, PDIP menjadi peraih kursi terbanyak. Jika dihitung raihan suara, par-tai berlambang banteng gemuk tersebut mampu meraup 77.236 suara. Tak heran jika PDIP men-jadi incaran siapapun untuk bisa memenangkan pilwali. “Pasti (serangan seperti di DKI Jakarta) ada,” katanya.

Dia menjelaskan, dengan se-mua permasalahan yang ham-pir sama antara Kota Jogja dengan DKI Jakarta, DPP akan lebih berhati-hati. Mereka akan memberikan rekomendasi dengan cermat.

“Saya kira tidak akan berpeng-aruh (penyebutan nama IP da-lam dugaan kasus korupsi) ter-hadap rekomendasi. DPP tetap melihat secara objektif,” ujarnya.

Kekhawatiran peristiwa pada Pilwali 2011, kata Danang, sulit terulang. Sebab, pada pilwali kali ini berbeda dengan lima ta-hun silam.

“Dinamikanya ber-beda. Tidak banyak calon alter-natif yang muncul,” kata Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Jogja ini.

Perkembangan PDIP saat ini memang lebih stagnan. Sebab, wewenang soal pilwali sudah berada di DPP seiring dengan pengembalian laporan surat tugas kepada Imam Priyono. PDIP telah memastikan untuk berkoalisi dengan PKB.

Sedang-kan untuk kandidat pendamping IP, masih disimpan rapat-rapat. Di lain pihak, Partai Golkar kini fokus untuk mencari rekan koa-lisi dan menanti kandidat pen-damping Haryadi Suyuti (HS). Ini setelah DPP Partai Golkar sudah mengirimkan surat penetapan calon di pilwali atas nama HS.

“Kami sudah mendekati be-berapa parpol. Juga figur yang tepat untuk berpasangan dengan Haryadi Suyuti,” kata Ketua DPD Golkar Kota Jogja Augusnur.

Dia menjelaskan, sudah ada beberapa nama untuk kandidat pendamping HS. Nantinya nama-nama tersebut akan mereka koordinasikan dengan partai yang bersangkutan untuk ber-koalisi. (eri/ila/ong)