SLEMAN – Kawasan sungai di Jogjakarta dinilai ideal sebagai kawasan per-contohan. Ini ditilik dari pengelolaannya, baik lingkungan maupun limbah yang sudah berjalan cukup baik
Masyarakat pinggir sungai juga telah berperan besar dalam mewu-judkan sungai bersih dan ideal.Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pengurangan Resiko Bencana BNPB Lilik Kurniawan, ST, MSi dalam sekolah sungai di Ruang Seminar Sekolah Vokasi UGM Jogja karta, kemarin (22/8).

Menurutnya, kondisi sungai di Jogjakarta dari hulu hingga hilir tidak mengalami permasalahan yang serius. Perannya tidak hanya di level pemerintah saja. Ma-syarakat telah membentuk komu-nitas sungai.

“Ini justru yang jauh lebih pen-ting, kesadaran masyarakat ter-bangun dengan sendirinya. Ada Komunitas Code, Winongo, Gajah Wong, dan komunitas sungai lainnya,” jelasnya.

Ini, menurut Lilik, yang wajib dikenali oleh pegiat sungai. Rata-rata sebuah gerakan sadar lingkungan diawali dari ling-karan yang kecil. Tidak jarang gerakan ini mendapat perten-tangan dari masyarakat sekitar sungai.

Lilik mengungkapkan, ini bisa berawal dari awamnya budaya sungai bersih. Namun dengan kesadaran yang tinggi, kampanye sungai bersih bisa dilakukan. Diawali dengan mengenali apa itu sungai bersih, manfaat, dan cara menjaganya.

“Jadi dalam kesempatan ini, se-kolah sungai mengajak bertukar pikiran. Itulah mengapa kami mengundang relawan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Cita-rum,” ujarnya.

Lilik mengungkapkan, beban sungai dari tahun ke tahun se lalu meningkat. Pembukaan lahan merupakan salah satu alasan sungai mulai terdegradasi.

Ka-wasan sungai menyempit hing-ga terjadi pendangkalan.Imbasnya, kerap terjadi ben-cana di kawasan padat penduduk. Mulai dari banjir hingga tanah longsor.

“Contohnya Bengawan Solo, Klaten sebagai hulu bersih, tapi begitu masuk Sukoharjo, Solo beda lagi,” ungkapnya.

Di sana, lanjut Lilik, ada indus-tri besar dan pembuangan lim-bah membuat kualitas sungai buruk. Belum daerah kanan kiri yang rawan longsor, titik terparah Bojonegro yang selalu terdampak banjir besar.

Rumusan yang perlu dikuatkan adalah program sungai dari hulu hingga hilir. Untuk mewu-judkan ini perlu sinergi multiwi-layah. Mengingat sungai tidak hanya melewati satu wilayah saja. (dwi/ila/ong)