JOGJA– DIJ akan mengandalkan pecatur-pecatur muda di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016, September mendatang. Mereka adalah M Kahfi Maulana, Lintang Wulandari, dan Ana Wening Rahajeng. Semangat muda dari pecatur-pecatur ini diharapkan akan mampu mengharumkan nama Jogjakarta. “Kalau cabor catur apapun bisa terjadi. Peluang juga sangat terbuka,”ujar Pelatih Catur DIJ Ridwan Nur Santo, kemarin (23/8).

Menurutnya, meskipun masuk dalam pemusatan latihan daerah (Puslatda) mandiri, ketiganya memiliki semangat dan peluang untuk meraih prestasi di multievent empat tahunan itu.

Selain program latihan satu minggu dua kali, ketiganya juga diikutkan dalam Kejuaraan Catur Internasional Jogja Istimewa yang berakhir Senin (22/8) lalu. Kejuaraan tersebut menjadi ajang pemanasan para atlet sebelum bertanding di PON. Cabor catur akan berlangsung pada 14-29 September. “Kahfi di peringkat enam dengan 7,5 poin. Kalau dalam kejuaraan yang juga diikuti atlet-atlet PON dari daerah lain, dan Kahfi masuk 10 besar, peluang medali emas sangat terbuka,”ujarnya.

Namun, hasil kejuaraan tersebut menurutnya juga tidak bisa dijadikan patokan. Sebab, lawan yang dihadapi Kahfi di PON akan berbeda. Kahfi bermain bagus, tetapi lawan-lawannya di PON juga tidak kalah bagus. Untuk itu, Kahfi dituntut untuk bermain konsisten sehingga bisa meraih poin dari setiap babak.

Sementara itu, dua pecatur putri, yakni Lintang dan Ana belum menampilkan performa terbaiknya di kejuaraan yang berlangsung di GOR Amongrogo kemarin. Dari 9 babak, Ana hanya menempati peringkat 182 dengan nilai 4,5. Sedangkan Lintang berada di peringkat 257 dengan 3,5 poin.

“Karena yang putri masih kuliah, kami maklumi jika konsentrasi mereka terpecah. Tapi kami berharap, di PON nanti mereka hanya fokus pada permainan, dan kami motivasi terus agar mereka semakin semangat,”ujarnya.

Meski belum meraih hasil maksimal, , peluang pecatur putri di POn nanti lebih terbuka. Tetapi, lawan-lawan berat seperti pecatur dari Jawa Barat, DKI, dan Kalimantan Timur serta daerah lainnya tetap harus diwaspadai.

Dengan bermain perorangan, pecatur DIJ memiliki sembilan kesempatan dari tiga pecatur muda tersebut. Dan diharap, minimal satu peluang bisa dicuri dari sembilan kesempatan yang ada. “Rencananya KONI DIJ juga akan monitoring, semoga kehadiran mereka membuat atlet muda ini semakin semangat dan yakin pada diri sendiri untuk bisa meraih prestasi di PON nanti,”ujarnya.(dya/din/ong)