MUNGKID – Enam desa di beberapa kecamatan Kabupaten Magelang menjalankan program penanggulangan kemiskinan. Program ini bersinergi dengan beberapa program lain yang tengah melanda persoalan perempuan dan keluarga. Enam desa yang menjalankan program itu kali pertama dipelopori oleh Pimpinan Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Magelang.

Kegiatan dalam program ini meliputi pendampingan persoalan reproduksi dan gaya hidup sehat, keluarga berencana (KB), dan fasilitasi terhadap jaminan kesehatan. Selain itu juga pemahaman agama mengenai keluarga sakinah, kesadaran pentingnya perlindungan social, dan pemberdayaan ekonomi.

“Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi terhadap persoalan dasar keluarga dan juga perempuan. Selama ini masalah itu muncul akibat masih rendahnya pendidikan dan kesejahteraan,” kata Ketua PD Aisyiyah Kabupaten Magelang Nidaul Hasanah kemarin (23/8).

PD Aisyiyah Kabupaten Magelang sengaja meluncurkan program kesehatan dan penanggulangan kemiskinan. Untuk tahap awal, program yang diberi nama Maju Perempuan (MAMPU) dilakukan di enam desa. Yakni Desa Ngluwar dan Pakunden (Kecamatan Ngluwar), Desa Paten dan Kalibening (Kecamatan Dukun) serta Desa Mangli dan Maduretno (Kecamatan Kaliangkrik).

Saat ini pihaknya juga telah mendirikan Balai Sakinah Aisyiyah (BSA) di 6 desa tersebut. Fungsinya sebagai sarana konsultasi dan diskusi terkait pemecahan problem-problem terkait keluarga, perlindungan sosial, kesehatan dan kesejahteraan. “Khususnya bagi kelompok perempuan,” katanya.

Sebelumnya juga sudah dilakukan pembekalan kepada perwakilan dari enam desa yang nantinya menjadi kader di masing-masing desa (local leader). Mereka sebagai penggerak dari program ini.

Materi pembekalan yang telah diberikan meliputi strategi pengorganisasian, peran perempuan dalam penanggulangan kemiskinan, kepemimpinan perempuan dalam membangun desa dan kebijakan pemerintah terkait kesehatan reproduksi.

Pemateri yang dihadirkan pada pembekalan itu, antara lain, dari Pimpinan Pusat (PP) dan Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah, Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang serta beberapa fasilitator lain dari PP Aisyiyah. Dalam pembekalan itu setiap desa diwakili 10 orang perempuan dan satu bidan yang selama ini bertugas di desa yang bersangkutan.

“Aisyiyah sebagai salah satu organisasi otonom perempuan Muhammadiyah sejak awal berdirinya memiliki komitmen memberdayakan masyarakat. Dan salah satunya adalah mendorong terpenuhinya hak-hak bagi perempuan,” katanya. (ady/laz/ong)