JOGJA – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIJ Budi Antono menyandang tambahan jabatan baru. Hari ini (24/8), dia dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo.

Anton, demikian sapaan akrabnya, menggantikan bupati dan wakil bupati Hasto Wardoyo-Sutedjo yang berakhir masa jabatannya pada 24 Agustus 2016. “Ya besok acara pelantikannya,” ungkap Kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ Beny Suharsono di kompleks Kepatihan, kemarin (23/8).

Menurut Beny, pelantikan dipimpin langsung Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Prosesi acara dimulai pukul 10.00 di Bangsal Kepatihan. Beny membenarkan pelantikan didasarkan keputusan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo tertanggal 18 Agustus 2016.

Dengan pelantikan itu, Anton bakal mencatat sejarah. Pria kelahiran Malang, 17 Juli 1958 tersebut menjadi birokrat pertama di lingkungan Pemprov DIJ yang mengalami dua kali pengangkatan sebagai Pj bupati.

Sebelumnya pada 28 Juli 2015, dia pernah diangkat sebagai Pj Bupati Gunungkidul. Jabatan itu diemban selama enam bulan hingga 17 Februari 2016. Setengah tahun lengser dari posisi Pj bupati Gunungkidul, Anton kembali dipercaya menjadi Pj Bupati Kulonprogo.

Ada perbedaan kebijakan antara Pj Bupati Gunungkidul dan Kulonprogo. Untuk jabatan pertama, Anton harus melepas sementara jabatan struktural di pemprov. Kala itu, kursi kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) DIJ yang ditinggalkan Anton diduduki Kadarmanto Baskara Aji yang sehari-hari menjadi kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ. Status Aji sebagai pelaksana harian (Plh) kepala Disperindagkop DIJ.

Kini untuk Pj Bupati Kulonprogo, Anton tak harus melepaskan posisi kepala Disperindag. Kedua jabatan itu tetap dirangkapnya. Sebab, dalam diktum ketiga keputusan Mendagri itu dinyatakan Anton tetap memegang jabatan pimpinan tinggi pratama yang diembannya.

Beny mengatakan, rangkap jabatan tersebut sebagai upaya untuk efektivitas pelaksanaan tugas. Mantan Kepala Bidang Perencanaan dan Statistik Bappeda DIJ ini menilai dengan kemajuan teknologi saat ini, lebih memudahkan dalam koordinasi. Seperti untuk tugas kedinasan, terdapat kabid maupun sekretaris yang mengurus. “Tinggal untuk finishing touch saja kan yang butuh kehadiran beliau,” jelasnya.

Anton mengatakan, siap membagi waktu untuk kedua jabatannya tersebut. “Nanti saya akan membagi tugas dan waktu antara Pj bupati dan kepala dinas dengan sebaik-baiknya,” ucap Anton saat dihubungi terpisah.

Tiga jam setelah dilantik, Anton harus mempraktikkan pembagian tugas itu. Sekitar pukul 13.00 Anton akan melepas baju sebagai Pj bupati. Dia kembali ke posisi semula karena harus menghadiri Jogja Fashion Week (JFW) di gedung Jogja Expo Center (JEC) yang digelar instansinya.

“Acaranya dibuka oleh gubernur. Ada peragaan busana batik. Ini spesial karena Jogja telah ditetapkan menjadi kota pusaka batik dunia,” katanya.

Anton tak bisa berlama-lama di JEC. Satu jam kemudian, birokrat yang tinggal di kawasan Banteng Jalan Kaliurang ini langsung bertolak ke Kulonprogo. Agendanya serah terima jabatan (sertijab) sebagai bupati dengan Hasto Wardoyo.

Sebagai persiapan demi kelancaran acara, kemarin sore diadakan geladi bersih pelantikan di Bangsal Kepatihan. Geladi bersih berjalan relatif lancar. Peran gubernur dijalankan Kabag Protokol Biro Umum Setprov DIJ Tejo Purnomo. “Tolong diulang dan ucapannya agak keras,” pinta Tejo kepada Anton saat memeragakan pelantikan dan penyumpahan. (kus/pra/ila)