JOGJA – Adanya dugaan korupsi dalam pengadaan langsung seragam atlet di Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2015 kontingen Kota Jogja berkembang jadi isu politis. Setelah menarik nama Wakil Wali Kota Imam Priyono kini, giliran Wali Kota Haryadi Suyuti.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Haryadi Suyuti menyerahkan pada aparat kepolisian. Dia tak akan menghalangi penyidik di Polda DIJ untuk turun tangan memeriksa dugaan korupsi pengadaan seragam tersebut. “Silakan untuk dilakukan pemeriksaan,” tandas HS, sapaannya, kemarin (23/8).

Dia mengungkapkan tak tahu-menahu mengenai dugaan perkara tersebut. Khususnya mengenai pengadaan seragam atlet tersebut. Selama ini, dia selalu meminta seluruh aparatur pemerintah dan siapa saja yang menggunakan uang rakyat untuk transparan.

“Jika sudah transparan, pasti akuntabel. Itu sistem pencegahan awal terjadi tindak korupsi. Termasuk terhadap KONI. Penggunaan uang rakyat harus bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Dia juga memastikan, jika ada anak buahnya yang terbukti melanggar, akan dilakukan mekanisme sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tak akan ada perlindungan atau pembelaan terhadap anak buahnya tersebut. “Serahkan saja kepada peraturan yang berlaku,” katanya.

Nuansa politis dugaan pelanggaran dalam pengadaan seragam atlet Porda 2015 ini kian kental. Ini tak lepas dari kemunculan nama Wakil Wali Kota Imam Priyono yang kemudian merembet ke Wali Kota Haryadi Suyuti. Padahal, keduanya tengah berproses untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2017. (eri/ila/ong)