Sebelas Petugas Diperiksa Propam Polda DIJ

SLEMAN – Tersangka kasus pencabulan, Teguh Umbartono alias Pakde, 46, tewas setelah menusukkan pisau ke perutnya. Nyawanya tidak bisa terselamatkan meskipun sudah berusaha dibawa ke rumah sakit.

Peristiwa tersebut terjadi di SPBU Sambung di daerah Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Selasa pagi (23/8). Saat itu, Pakde dibawa polisi dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah ke Jogjakarta dengan menggunakan mobil bernopol B 1613 TFE.

Kapolres Sleman AKBP Yulianto mengatakan, tersangka ditangkap Senin sore (22/8) oleh petugas Opsnal Polres Pati sesuai permintaan Polres Sleman. Mendapat kabar penangkapan, tim dari Sleman berangkat disusul tim dari Polda DIJ. Kemudian dilanjutkan dengan penggeledahan di kos tersangka.

“Pada pukul 03.00 pagi dibawa ke Jogja. Sampai di Magelang sekitar pukul 06.30 tersangka minta minum. Lalu saat anggota mencarikan minum, tersangka menusukkan diri menggunakan pisau,” katanya kepada Radar Jogja, kemarin.

Pakde sempat dilarikan ke RSUD dr Soeroyo, Kota Magelang. Kemudian dirujuk ke RSUP dr Sardjito Jogjakarta, namun nyawanya tak tertolong. Dari hasil visum, terdapat satu luka tusuk di tubuh tersangka.

Yulianto mengatakan, saat dibawa ke Jogja, tersangka sudah diborgol kedua tangannya di bagian depan. Namun, Yulianto belum mengetahui rinci kejadian saat tersangka melakukan penusukan tersebut.

“Posisi duduknya dan berapa anggota yang melakukan pengawalan di dalam mobil, kami belum tahu secara rinci. Karena saat ini anggota yang menangkap masih diperiksa di Polda DIJ,” jelasnya.

Mengenai senjata tajam yang digunakan untuk menusuk perut tersangka, perwira melati dua di pundak itu menuturkan, berasal dari barang bukti milik tersangka. Barang bukti itu disita dan diamankan di dalam tas. Barang bukti tersebut disimpan di bagasi mobil Avanza.

Tersangka dilaporkan polisi sekitar bulan Mei 2016 setelah ada tiga laporan polisi (LP). Dia diduga melakukan pencabulan terhadap beberapa korban laki-laki. “Ada tiga LP, tapi dari penyelidikan polisi, korbannya ada puluhan anak. Sebagian besar usia SMA, laki-laki,” ungkapnya.

Modus yang dilakukan tersangka untuk melakukan tindak pidana pencabulan itu adalah berpura-pura sebagai paranormal. Tersangka mengaku bisa membuka aura korbannya sehingga mudah menarik lawan jenis. Termasuk juga diberi ilmu kebal.

“Kejadian sudah sejak 2015, tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Depok, Sleman. Korbannya usia anak sekolah SMA,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Propam Polda DIJ AKBP Dheny Dariadi menegaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan tewasnya tersangka kasus pencabulan Teguh Umbartono saat perjalanan dari Pati menuju Jogjakarta.

“Atas perintah pimpinan kami tengah melakukan pemeriksaan. Sekarang terus di-running. Jika didapati kelalaian dari anggota maka akan dikenakan hukuman disiplin,” jelas Dheny, kemarin (23/8).

Dia menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap sebelas personel. Sebelas personel tim gabungan dari Polres Sleman dan Polda DIJ ini beranjak ke Pati pada 22 Agustus dalam upaya penjemputan tersangka pencabulan yang tertangkap di Pati, Jawa Tengah.

Namun, ketika dalam perjalanan, tersangka melakukan bunuh diri di tengah pengawasan para personel. “Kami mengerahkan tiga mobil, setiap kendaraan ada tiga sampai sampai personel,” jelasnya. (riz/bhn/ila/ong)